raSains.com - Unik sekaligus indah. Begitulah deskripsi yang paling pas untuk dua puluh lima pantai ini. Setiap pantai memiliki kekhasan yang berbeda-beda, misalnya berpasir gelas kaca hingga pasir berwarna merah jambu.
Benar-benar menakjubkan. Itulah yang akan kamu katakan ketika berkunjung ke pantai-pantai paling unik sekaligus terindah di dunia ini. Siapa saja pasti akan terpesona oleh panoramanya.
Dari sekian banyak pantai di dunia, kira-kira pantai mana saja yang masuk ke dalam daftar pantai paling unik sekaligus terindah? Simak selengkapnya di bawah ini.
Dari sekian banyak pantai di dunia, kira-kira pantai mana saja yang masuk ke dalam daftar pantai paling unik sekaligus terindah? Simak selengkapnya di bawah ini.
1. Pink Sand Beach di Pulau Harbour, Bahama
![]() |
| Credit: Mike's Bird |
Dari namanya kamu pasti sudah menebak keunikan pantai ini.
Ya, pantai yang berada di Pulau Harbour ini memiliki pasir berwarna pink. Warna
merah jambu ini berasal dari foraminifera,
organisme mikroskopis dengan cangkang merah muda.
Pantai pink ini merupakan salah satu destinasi wisata paling
populer di Amerika. Keindahannya tidak perlu dipertanyakan lagi. Pasir berwarna pink yang lembut berpadu dengan birunya air dan langit. Menciptakan panorama yang tiada duanya.
Bagi yang ingin travelling ke sini, kamu bisa menggunakan pesawat dengan tujuan North Eleuthera Airport. Kemudian kamu bisa melanjutkan perjalanan dengan naik taksi menuju Pink Sand Beach.
Selain dimanjakan keindahan pantai pink, kamu juga bisa menikmati berbagai bangunan bergaya kolonial Inggris. Semuanya masih terawat dengan baik. Cocok untuk kamu yang hobi selfie. Tertarik berlibur kemari?
Bagi yang ingin travelling ke sini, kamu bisa menggunakan pesawat dengan tujuan North Eleuthera Airport. Kemudian kamu bisa melanjutkan perjalanan dengan naik taksi menuju Pink Sand Beach.
2. Punalu’u Beach di Pulau Hawaii
![]() |
| Credit: Like_The_Grand_Canyon |
Pantai ini dikenal juga sebagai black sand beach (pantai pasir hitam). Pasirnya memang hitam, namun
jangan samakan dengan pasir pantai biasa. Karena pasir yang ada di Pantai
Punalu’u terbuat dari basal yang terbawa aliran lava hingga ke laut.
Dengan kata lain, pasir yang ada di pantai Hawaii ini
berasal dari letusan gunung berapi yang telah mendingin. Keunikan pantai ini
tidak berhenti di sini. Pasalnya, di bawah Pantai Punalu’u terdapat sungai bawah tanah
yang terhubung ke laut!
Menurut legenda, orang-orang Hawaii kuno memanfaatkan air
bawah tanah ini setiap kekeringan menerpa pulau. Mereka akan menyelam dengan
membawa kendi, dan kembali dengan membawa air segar. Itulah sebabnya pantai ini dinamakan Punalu’u yang berarti
penyelam mata air dalam bahasa Hawaii.
Untuk sampai kemari, kamu harus mengambil jalan lingkar
Ninole dari Hawaii Belt Road atau ke arah pintu masuk Sea Mountain Resort. Untuk
tempat tinggalnya, kamu bisa memilih menginap di hotel atau mendirikan kemah di
sekitar pantai.
3. Hyams Beach di New South Wales, Australia
![]() |
| Credit: Jones Smith |
Keistimewaan Hyams Beach terletak pada pasirnya yang
berwarna putih bersih. Saking putihnya, Guiness
Book of Records menobatkan Hyam Beach sebagai pantai dengan pasir paling
putih yang ada di dunia!
Letak pantai indah ini berada di Desa Hyams di Kota
Shoalhaven. Untuk sampai kemari, kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi
ataupun transportasi umum. Khusus untuk transportasi publik, kamu bisa naik kereta
menuju Bombaderry atau bus menuju Hyams Beach.
Jika kamu sudah puas jalan-jalan di pantai pasir putih ini,
kamu bisa mampir ke Desa Hyams. Di sini kamu bisa menikmati berbagai bangunan cantik, dan mengamati indahnya kehidupan burung. Jika
beruntung, kamu juga bisa melihat Kanguru berkeliaran di sekitar sini.
4. Papakolea Beach di Pulau Hawaii
![]() |
| Credit: Cleber Mori |
Satu lagi pantai paling indah di Hawaii yang wajib kamu
kunjungi. Papakolea Beach atau Mahana Beach adalah pantai
unik dengan pasir berwarna hijau. Warna ini berasal dari mineral olivin yang
terbentuk ketika magma mendingin.
Sayangnya akses menuju tempat wisata ini tidaklah mudah. Karena jalan kaki adalah satu-satunya cara sampai ke Papakolea Beach. Jaraknya lebih kurang 5 kilometer dari tempat parkir. Cukup jauh ya.
Karena itu, waktu yang paling tepat berkunjung kemari adalah pagi hari. Sewaktu udara masih sejuk.
Selain Papakolea Beach, masih ada tiga pantai dengan pasir
berwarna hijau di dunia, yakni Talofofo Beach di Guam, Hornindalsvatnet di
Norwegia, dan Punta Cormorant di Pulau Floreana.
5. Schoolhouse Beach di Pulau Washington, Amerika Serikat
![]() |
| Credit: Clare_and_Ben |
Sering kesal dengan pasir pantai yang menempel di pakaian? Ingin
pergi ke pantai yang tidak ada 'pasirnya'? Jika iya, maka Schoolhouse Beach
adalah pantai yang harus kamu singgahi. Pasalnya, pantai yang terletak di Pulau
Washington ini ditutupi batu-batu halus alih-alih pasir.
Namun jangan berani-berani mengambil batu yang ada di sini.
Karena kamu bakal kena denda. Besarnya tidak tanggung-tanggung, yaitu $250
(sekitar 3,4 juta rupiah)! Tapi pengunjung diperbolehkan bermain dengan
batu-batu tersebut, seperti menyusunnya menjadi bangunan.
Lalu bagaimana pemandangan Schoolhouse Beach? Sangat cantik,
berkat air sebening kristal dan pepohonan di tepi pantainya. Benar-benar pantai
unik sekaligus indah!
6. Vaadhoo Island di Kepulauan Maldives
![]() |
| Ilustrasi pantai bioluminesensi. Credit: Kris Williams |
Lautan bintang berwarna biru akan membuat siapa saja kagum
ketika berkunjung ke Vaadhoo Island. Benar-benar seperti mimpi. Luar biasa
indah!
Fenomena menarik ini disebut sebagai bioluminesensi, emisi
cahaya yang dihasilkan makhluk hidup. Penyebabnya bisa jamur, bakteri, hingga
organisme lain. Khusus untuk Vaadhoo Island, pemicunya adalah fitoplankton yang dikenal sebagai dinoflagellata.
Untuk menikmati keindahan ini, kamu harus pergi ke tepi
pantai pada malam hari, terutama saat bulan tidak muncul. Di saat inilah
kerlap-kerlip kebiruan akan nampak dari tepi pantai. Jangan lupa membawa kamera
untuk mengabadikan momen langka ini.
Pantai bioluminesensi juga ditemukan di tempat lain.
Misalnya di Manasquan Beach di New Jersey, Halong Bay di Vietnam, hingga Ton
Sai yang ada di Thailand.
7. Playa de Amor di Pulau Marieta, Meksiko
![]() |
| Credit: Wikipedia |
Nama asli pantai ini adalah Playa de Amor yang artinya pantai
cinta. Namun orang-orang lebih sering menyebutnya sebagai pantai tersembunyi. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari lokasinya yang benar-benar
tersembunyi di dalam gua.
Untuk sampai kemari, kamu harus menggunakan kapal dari
Pantai Nayarit Meksiko. Kemudian dilanjutkan berenang menyusuri terowongan yang
sangat sempit. Baru kamu sampai ke lokasi pantai unik dan indah ini.
Sayangnya, sejak 9 Mei 2016 pantai ini resmi ditutup oleh National Commission of Protected Natural
Areas. Tidak ada lagi yang diperbolehkan berkunjung ke sini. Alasannya, kerusakan terumbu karang di sekitar Pulau Marieta makin mencemaskan akibat
banyaknya turis yang berkunjung ke sini.
8. Glass Beach di Fort Bragg, Amerika Serikat
![]() |
| Credit: Wikipedia |
Glass Beach adalah pantai paling aneh sekaligus ajaib!
Bagaimana tidak, pantai yang terletak di wilayah California ini ditutupi oleh kaca
halus, bukannya pasir! Gilanya, kaca-kaca tersebut merupakan sisa tumpukan sampah
puluhan tahun silam.
Kisah kelahiran Glass Beach dapat dilacak hingga tahun 1906.
Pada tahun tersebut, penduduk Fort Brag resmi mendirikan tempat pembuangan
sampah yang dikenal sebagai Site 1. Meski warga setempat lebih suka menyebutnya sebagai Dump.
Dump sendiri hanya menampung sampah kaca, kendaraan, dan barang rongsokan lain. Ketika
sampah meninggi, warga akan membakarnya. Pada tahun 1943, lokasi ini
digeser ke tempat yang sekarang disebut Site
2. Sayangnya tempat pembuangan sampah ini hanya bertahan hingga 1949 karena kepenuhan.
Akhirnya Site 2 digeser ke sebelah utara, yang sekarang kita kenal sebagai Glass Beach. Pada akhirnya lokasi ini ditutup pada tahun 1967 oleh California State
Water Resources Control Board dibersihkan.
Selama bertahun-tahun tumpukan besi diambil untuk dijual atau diolah kembali, sedangkan sampah kaca tetap dibiarkan. Setelah puluhan tahun, ombak mengubah tumpukan sampah kaca menjadi potongan-potongan gelas yang terdegradasi.
Bentuknya lebih kurang mirip dengan batu akik yang telah digosok hingga halus. Keanehan pantai ini akhirnya terdengar ke luar, dan menarik ribuan turis kemari.
Selama bertahun-tahun tumpukan besi diambil untuk dijual atau diolah kembali, sedangkan sampah kaca tetap dibiarkan. Setelah puluhan tahun, ombak mengubah tumpukan sampah kaca menjadi potongan-potongan gelas yang terdegradasi.
Bentuknya lebih kurang mirip dengan batu akik yang telah digosok hingga halus. Keanehan pantai ini akhirnya terdengar ke luar, dan menarik ribuan turis kemari.
Sayangnya, saat ini keberadaan Glass Beach sedang terancam.
Potongan gelas yang ada mulai berkurang drastis akibat diambil oleh pengunjung
maupun faktor alam. Jika ini terus terjadi, maka dalam kurun waktu beberapa
dekade, pantai aneh ini benar-benar akan lenyap.
9. Maho Beach di Pulau Saint Martin
![]() |
| Credit: Devin Poolman |
Pantai ini menawarkan atraksi pendaratan dan lepas landas
pesawat asli, lengkap dengan efek jet-blast.
Tingginya hanya 300 meter di atas kepala kamu! Sesuatu yang tidak mungkin
kamu dapati di pantai manapun di seluruh dunia, kecuali di
Maho Beach.
Atraksi unik ini disebabkan karena jarak Maho Beach dengan Princess
Juliana International Airport sangat dekat, hanya ratusan meter. Ditambah lagi panjang landasan cuma
2.300 meter. Membuat pesawat harus serendah mungkin agar bisa mendarat di
bandara ini.
Apakah atraksi ini benar-benar aman? Tentu saja tidak. Karena
itu, pemerintah memasang papan peringatan dampak ‘angin’ jet-blast yang berbahaya. Sejumlah pagar tambahan juga dibangun
sebagai langkah preventif agar orang-orang tidak terlalu dekat dengan landasan
pacu.
10. Hot Water Beach di Mercury Bay, Selandia Baru
![]() |
| Credit: Charlie Brewer |
Apa jadinya jika pemandian air panas dan pantai bergabung menjadi satu? Keren sekali kan! Itulah yang akan kamu dapati di Hot Water Beach.
Pantai yang terletak di tenggara Whitianga ini memiliki sumber
air panas bawah tanah yang dapat digali dengan tangan atau sekop kecil. Tidak
perlu dalam-dalam, cukup beberapa sentimeter saja, dan air panas akan muncul
dari sela-sela pasir.
Suhu airnya cukup panas, sekitar 64 Celcius. Cocok sekali
untuk rileksasi otot-otot tubuh yang lelah. Tidak mengherankan jika Hot Water
Beach dikunjungi tujuh ratus ribu turis setiap tahunnya, baik lokal maupun
mancanegara.
Walau begitu, para pengunjung harus tetap waspada. Karena
ombak besar bisa datang sewaktu-waktu. Pengelola tempat wisata juga melarang
pengunjung untuk berenang melebihi batas yang ditentukan.
11. Chandipur Beach di Odisha, India
![]() |
| Credit: Subhashish Panigrahi |
Ajaib! Itulah kesan yang akan kamu dapatkan dari Chandipur
Beach. Pantai ini memang sangat menakjubkan karena dapat menghilang.
Sebetulnya tidak benar-benar hilang, melainkan surut. Setiap harinya, Chandipur Beach akan surut sejauh 5 kilometer, dan terjadi dua kali sehari sepanjang tahun!
Sebetulnya tidak benar-benar hilang, melainkan surut. Setiap harinya, Chandipur Beach akan surut sejauh 5 kilometer, dan terjadi dua kali sehari sepanjang tahun!
Ketika surut, kamu bisa berjalan hingga ke tengah laut. Jika malas,
kamu menyewa jeep untuk berkeliling. Tapi pastikan kamu segera
kembali saat tanda-tanda pasang mulai muncul.
Memang ombak di pantai ini cenderung kecil, dan tidak berbahaya. Namun tak ada salahnya berjaga-jaga kan?
Memang ombak di pantai ini cenderung kecil, dan tidak berbahaya. Namun tak ada salahnya berjaga-jaga kan?
Waktu yang paling disarankan untuk berlibur ke sini adalah musim dingin, antara bulan November sampai Maret. Jika kamu ingin menikmati festival budaya, maka sebaiknya kamu datang pada bulan Februari. Ada beragam pertunjukan seni yang dapat kamu saksikan.
12. Bowling Ball Beach di California, Amerika Serikat
![]() |
| Credit: Albert de Bruijn |
Keistimewaan pantai ini terletak pada kumpulan bola batu
yang memenuhi tepinya. Bentuknya bulat menyerupai bola bowling. Karena itulah
pantai ini dinamakan Bowling Ball Beach. Namun beberapa orang menyebutnya sebagai Schooner
Gulch State Beach.
Batu-batu bulat tersebut berasal dari fenomena alam yang
dikenal sebagai konkresi. Di mana
sedimen menumpuk dan mengeras menjadi batu yang sangat kuat dan berat. Bahkan
tenaga ombak dan manusia tidak mampu menggesernya sedikitpun.
Fenomena aneh ini juga terjadi di belahan dunia lain, misalnya di North Dakota, Amerika Serikat, serta Moeraki Borders dan Koutu
Boulders yang ada di Selandia Baru.
Kapan waktu yang paling pas ke sini? Musim panas. Karena pada saat itu permukaan batu senantiasa kering, sehingga cocok digunakan bermain. Sedangkan ketika musim dingin atau hujan, permukaan batu akan ditutupi lumut yang membuatnya licin.
13. Zlatni Rat Beach di Brac, Kroasia
![]() |
| Credit: Szabolcs Emich |
Bentuk Zlatni Rat Beach sangat istimewa. Menyerupai sebuah
tanduk. Karena itu, pantai ini disebut sebagai tanduk
emas. Uniknya, bentuk dan ukuran tanduknya selalu berubah-ubah, mengikuti cuaca dan angin.
Tentu tidak dalam hitungan hari, tapi tahun. Setidaknya
bentuk Zlatni Rat Beach rutin berubah setiap dua hingga tiga tahun akibat Angin
Sirocco Selatan-Timur (dikenal juga sebagai Jugo oleh masyarakat setempat).
Keindahan pantai ini tidak perlu diragukan lagi. Pasir
pantainya yang seputih salju begitu kontras dengan warna airnya yang sebiru
kristal. Ditambah lagi gerombolan pohon pinus yang tumbuh di sekitar pantai
yang memanjakan mata.
Benar-benar salah satu pantai terindah di Eropa! Pantas
sekiranya Zlatni Rat Beach menjadi salah satu ikon pariwisata Kroasia. Setidaknya
ratusan ribu orang datang kemari setiap tahunnya. Di sini, mereka menghabiskan
waktu dengan berenang, windsurfing, dan
melihat sisa-sisa villa Romawi kuno.
14. Giant's Causeway di Irlandia
![]() |
| Credit: Stefan Klopp |
Benar-benar seperti di dunia fantasi! Inilah yang akan kamu
pikirkan ketika berkunjung ke Giant’s Causeway. Kamu akan mendapati berbagai kolom
basal dengan bentuk heksagonal, segi lima, enam,
hingga delapan, memenuhi tepi pantainya.
Tingginya bervariasi, mulai dari 12 meter hingga 28 meter. Terbentuk dari aktivitas vulkanik lima puluh hingga enam puluh
juta tahun lalu. Lava basal yang sampai ke laut membeku, dan berkontraksi
sehingga menyebabkan bentuknya menyerupai pilar.
Menurut legenda yang diceritakan turun temurun, kolom
tersebut merupakan reruntuhan jalan yang dibangun oleh raksasa Fionn mac
Cumhaill untuk melawan raksasa asal Skotlandia bernama
Benandonner.
Terlepas dari mitosnya, pantai ini telah diakui sebagai
situs warisan dunia oleh UNESCO di tahun 1986. Sedangkan pemerintah Irlandia
menetapkannya sebagai cagar alam nasional setahun sesudahnya.
15. Jokulsarlon Beach di Islandia
![]() |
| Credit: Wikipedia |
Pantai ini dianggap sebagai salah satu keajaiban di
Islandia. Pasalnya Jokulsarlon Beach berasal dari potongan gletser yang mencair
dari tepi Samudera Atlantik. Laguna glasial ini pertama kali muncul pada tahun
1934-1935.
Sejak saat itu, pantai ini semakin dalam dan luas. Luasnya mencapai 18 kilometer dengan kedalaman 248 meter. Jika proses
pencairan gletser terus terjadi, maka Jokulsarlon Beach akan menyatu dengan
Samudera Atlantik.
Keindahan pantai ini terletak pada kontrasnya es yang
secemerlang kaca dengan pasir vulkanik berwarna hitam. Pengunjung juga dapat melihat potongan
gunung es yang mengambang di atas laguna. Jika datang di waktu yang tepat, kamu
bisa melihat interaksi cahaya dengan kristal es yang menarik.
16. Pfeiffer Purple Sand Beach di California, Amerika Serikat
![]() |
| Credit: Tours Departing Daily |
Satu lagi pantai pasir warna unik yang harus kamu tahu. Kali
ini warnanya bukan pink ataupun hijau, melainkan ungu. Ya, pantai yang
berlokasi di Big Sur, California, ini memang punya pasir yang berbeda
dari pantai warna lainnya.
Sayangnya lapisan pasir ungunya tidak sejelas pantai lain. Karena
tertutupi pasir putih. Namun kamu tetap bisa melihatnya dengan cara pergi ke sisi
selatan pantai. Di sana jumlah pasir ungu lebih dominan dibanding pasir
putih.
Tapi jika kamu kemari setelah hujan reda, kamu tidak
perlu pergi jauh-jauh. Pasalnya lapisan pasir putih di Pfeiffer Beach akan terbawa air dan
menyisakan pasir berwarna ungu.
Kelebihan lain dari pantai ini ialah tidak banyak pengunjung. Sebuah nilai plus tersendiri. Sehingga kamu bisa mendapatkan foto-foto dengan latar yang keren!
17. Shell Beach di Shark Bay, Australia
![]() |
| Credit: ultimateozholiday |
Dunia ini memang dipenuhi dengan pantai-pantai unik. Jika
sebelumnya ada pantai berwarna-warni dan penuh batu beraneka rupa, sekarang ada
juga pantai yang dipenuhi cangkang kerang. Namanya Shell Beach, lokasinya
berada di antara Kota Monkey Mia dan Denham.
Dengan panjang hingga 60 kilometer dan kedalaman 7 sampai 10
meter, tidak terbayangkan berapa jumlah cangkang kerang yang ada di sana. Setidaknya
lebih dari satu miliar cangkang kerang berwarna putih yang menutupi Shell Beach.
Bagi yang tertarik travelling
kemari, kamu bakal dimanjakan oleh lanskap laut yang indah sekaligus unik. Luangkan
juga untuk berkeliling melihat salt
mountain, dan mampir ke Monkey Mia Dolphins untuk melihat lumba-lumba liar
dari dekat.
18. Praia de Augas Santas di Ribadeo, Spanyol
![]() |
| Credit: Jose Miguel |
Namanya berarti pantai
air suci dalam bahasa Galasia, namun lebih dikenal sebagai pantai katedral di kalangan turis. Lokasinya sepuluh kilometer ke
arah barat dari Kota Ribadeo. Tak jauh, hanya sekitar tiga puluh menit
berkendara.
Nama unik pantai ini berasal dari formasi tebingnya yang
menyerupai gerbang katedral. Dengan ketinggian mencapai 30 meter. Ada kesan
agung dan misterius setiap melihat tebing-tebingnya yang dipenuhi guratan aneh.
Namun pemandangan menakjubkan ini hanya dapat dinikmati
ketika air surut. Saat itu, kamu bisa menjelajahi bagian bawah tebing serta
goa-goa alamnya. Ada dua waktu terbaik untuk berkunjung ke sini, yaitu pada
pukul 09.25 dan 21.55.
Pada jam tersebut, air laut akan surut selama 1,5 jam.
Lebih dari cukup bagi kamu untuk menikmati keindahan alam Praia de Augas
Santas. Pastikan juga untuk segera kembali ketika tanda-tanda pasang terlihat.
Pasalnya ketinggian air akan naik dengan sangat cepat.
19. Jurassic Coast di Inggris
![]() |
| Credit: James West |
Kalau kamu seorang ahli geologi ataupun pemburu fosil,
pastilah kamu bakal menyukai Jurassic Coast. Pantai yang membentang dari
Studland Bay, Dorset, ke Exmouth, Devon Timur, ini memamerkan sejarah Bumi
sejak 185 tahun lalu!
Ya, hanya di satu tempat, kamu bisa melihat rekaman sejarah
terbentuknya benua dan fosil para dinosaurus. Mulai dari periode Triassic, Jurassic, hingga Cretacious. Semuanya disajikan di Jurassic Coast.
Lalu apa saja yang bisa kamu lakukan di pantai paling
menakjubkan di dunia ini? Banyak! Dari sekian banyak aktivitas, yang paling
menarik ialah berburu fosil! Tentunya tidak di seluruh area pantai, hanya di
tempat-tempat tertentu.
Lokasi yang disarankan adalah Charmouth. Di sini kamu
harus jeli melihat fosil di antara bebatuan. Jika beruntung, kamu bisa
mendapatkan salah satunya.
Kemungkinan mendapatkan fosil akan jauh lebih besar jika kamu berkunjung pada pertengahan musim dingin. Pasalnya ombat yang kuat dapat menyapu pasir, sehingga memudahkan kamu menemukan fosil di area pantai.
Kemungkinan mendapatkan fosil akan jauh lebih besar jika kamu berkunjung pada pertengahan musim dingin. Pasalnya ombat yang kuat dapat menyapu pasir, sehingga memudahkan kamu menemukan fosil di area pantai.
20. Gulpiyuri Beach di Llanes, Spanyol
![]() |
| Credit: ospanacar |
Pantai yang tidak punya laut. Itulah deskripsi yang paling
tepat untuk menggambarkan Gulpiyuri Beach. Bagaimana tidak, jaraknya saja 100
meter dari laut dan tersembunyi di balik tebing. Lalu darimana air asin yang
ada di Gulpiyuri Beach?
Jawabannya dari air laut yang masuk melalui gua di bawah
tebing tersebut. Oleh karena itu ukuran pantai ini tidak begitu besar,
panjangnya hanya 40 meter dengan lebar 15 meter.
Keunikan pantai ini tidak berhenti sampai di situ. Selayaknya
pantai pada umumnya, Gulpiyuri Beach juga mengalami pasang. Bedanya, air laut
di sini tidak naik atau turun, melainkan ‘kehilangan’ gelombang ombaknya saja.
Kelebihan dari pantai ajaib ini yaitu tidak banyak turis. Sehingga
cocok sekali dijadikan tempat bersantai. Kira-kira, kapan kamu akan travelling ke sini?
21. Boulders Beach di Cape Peninsula, Afrika Selatan
![]() |
| Credit: Jen |
Kumpulan batu granit yang mengelilinginya bukanlah daya
tarik utama dari pantai ini, melainkan kumpulan penguin Afrika yang bersarang
di sini sejak 1982. Setelah puluhan tahun mendiami tempat tersebut, kini
populasi penguin di sana mencapai tiga ribu ekor. Jumlah yang fantastis!
Pengelola telah membangun jalan khusus sebagai tempat
mengamati para penguin. Mereka juga mewanti-wanti pengunjung agar menjaga jarak
dengan tempat bertelur. Mengingat mereka adalah binatang liar yang dapat
menyerang siapa saja jika merasa terganggu.
Kalau kamu sudah puas melihat koloni penguin, kamu bisa
menghabiskan waktumu dengan bersantai di sisi lain Boulders Beach. Di sini kamu
bisa berenang di laut yang jernih atau duduk-duduk di atas batu granit raksasa.
22. Hoshizuna no Hama di Pulau Iriomote, Jepang
![]() |
| Credit: Mousser Williams |
Pantai unik kali ini terdapat di prefektur Okinawa, tepatnya
di sisi utara pulau tersebut. Namanya adalah Hoshizuna no Hama atau pantai
pasir bintang. Julukan ini disematkan karena bentuk pasir pantainya yang aneh,
menyerupai sebuah bintang!
Pasir bintang di sini tidak berasal dari butiran batu,
melainkan eksoskeleton protista kecil bernama Baclogypsina Sphaerulata. Mereka
biasanya tinggal di antara rumput laut dan memakan alga untuk bertahan hidup.
Setelah protista mati, mereka meninggalkan eksoskeleton berbentuk
bintang berwarna krem. Ukurannya lumayan kecil, sekitar 1 milimeter. Jika cukup
jeli, kamu bisa melihat bentuknya dengan mata telanjang.
Menurut mitos lokal, pasir bintang merupakan anak dari Bintang
Utara dan Salib Selatan yang lahir di laut Okinawa. Sayangnya seekor ular
memangsa mereka dan hanya menyisakan kerangkanya saja. Kerangka ini kemudian
tersapu ombak dan sampai ke sisi utara Okinawa.
23. Scala dei Turchi di Realmonte, Italia
![]() |
| Credit: Dirklaudio |
Tangga orang-orang Turki. Begitu arti dari Scala dei
Turchi dalam bahasa Italia. Pantai yang
berlokasi di selatan Sisilia ini memang menawarkan atraksi tebing berbentuk
tangga. Sebuah mahakarya yang dibentuk alam selama ribuan tahun.
Kilauan warna putih batu kapur dan napalnya berpadu apik dengan
beningnya air laut. Layaknya lanskap di negeri dongeng. Kamu dijamin akan puas
dengan hasil jepretan panorama di pantai ini.
Siapkan saja sunblock untuk
melindungi kulit dari terik matahari. Kamu tidak perlu khawatir soal udaranya,
karena tiupan angin yang sepoi-sepoi sudah mampu menyejukan. Namun hati-hati
dengan jalan yang basah, jangan sampai terpeleset ketika naik ‘tangga’.
Jika kamu sampai di atas, kamu dapat melihat pemuda setempat
berlomba-lomba terjun ke laut dari tepi Scala dei Turchi. Ajang adu nyali yang
seru untuk ditonton sembari memulihkan tenaga.
24. Pig Beach di Exuma, Kepulauan Bahama
![]() |
| Credit: Pexels |
Keindahan pantai di Kepulauan Bahama memang tidak perlu
diragukan lagi. Tapi
di Pig Beach, kamu bakal menemukan sesuatu yang berbeda, yang tidak akan kamu temukan
di tempat lain, yakni ratusan ekor babi yang berenang bebas.
Konon, para babi tersebut ditinggalkan oleh Big Major Cay
dan para pelaut lain hingga beranak-pinak di sana. Kisah lain menyebutkan para
babi tersebut berasal dari kapal karam. Mereka berhasil bertahan hidup dengan
makanan seadanya di Pulau Exuma.
Makin banyaknya wisatawan yang kemari, membuat para babi
semakin makmur. Pasalnya para penduduk lokal dan turis suka berbagi makanan
kepada mereka.
Bagi yang tertarik travelling
ke Pig Beach, kamu bisa naik pesawat dengan tujuan Staniel Cay. Lalu
menyewa tour guide untuk mengantarkan kamu ke sana. Alternatif lainnya yaitu
turun di Exuma International Airport.
25. Benagil Sea Cave di Algarve, Portugal
![]() |
| Credit: Wikimedia |
Tempat wisata ini adalah keajaiban alam di Portugal yang
harus kamu kunjungi. Bahkan Huffington Post menobatkannya sebagai salah satu
pantai tercantik di dunia. Tidak bisa dipungkiri, jika Benagil Sea
Cave menawarkan hal spesial yang tidak dimiliki pantai lain, yakni pemandangan
gua laut yang indah.
Untuk bisa menikmati keindahan pantai ini, kamu bisa
menggunakan jasa tur di lokasi ataupun memesannya secara online. Biayanya sekitar €18 per orang (sekitar Rp250 ribu), dan
kamu akan diperkenankan menaiki perahu.
Lokasi pertama yang akan kamu susuri ialah tebing-tebing
batu yang megah. Dengan warna dindingnya terdiri atas hijau, emas, abu-abu, ungu,
dan warna-warna lain. Setelah itu, barulah kamu masuk Benagil Sea Cave.
Pemandangan di dalam gua lautnya sangat menakjubkan. Sinar
matahari yang masuk melalui lubang di atap, mampu menerangi seluruh gua. Bagi yang
mahir berenang, kamu bisa pergi ke pantai pasir putihnya.
Namun jika kamu tidak cukup ahli, lebih baik urungkan. Pasalnya arus air di dalam gua cukup kuat.
Namun jika kamu tidak cukup ahli, lebih baik urungkan. Pasalnya arus air di dalam gua cukup kuat.
Saran sebelum kamu ke sini yaitu hindari puncak liburan, dan
bawalah kamera DSLR. Karena kamera smartphone
tidak akan mampu menangkap panorama dalam gua lautnya yang mempesona.
****
Suka dengan artikel di atas? Baca juga artikel menarik seputar travel dan ragam atau artikel lain dari raSains.
Sumber foto sampul: alljengi


























EmoticonEmoticon