Tampilkan postingan dengan label ragam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ragam. Tampilkan semua postingan

19 Destinasi Eksotis di Eropa Timur yang Wajib Dikunjungi

pemandangan kota tua praha siang hari yang begitu indah hingga memukau turis yang melihatnya


raSains.com - Apakah kamu berencana traveling ke Eropa? Eropa Timur bisa jadi pilihan alternatif yang menarik. Ada banyak destinasi wisata dan aneka budaya menarik di sini. Memang pamornya kurang dibanding negara-negara Eropa Barat, namun daya tariknya tidak kalah.

Selain menarik, biaya traveling kemari juga lebih murah. Pilihan pas bagi yang punya dana terbatas. Nah, berikut ini 19 tempat wisata eksotis di Eropa Timur yang bisa jadi tujuan kamu liburan.

1. Budapest, Hongaria

Salah satu kastil yang ada di Budapest Hongaria saat musim dingin
Sumber gambar: Wikimedia

Kota terindah di Eropa! Begitu orang-orang menyebut ibukota Hongaria ini. Nama kota ini berasal dari gabungan dua wilayah, yaitu Buda dan Pest. Wilayah Buda terbentang sepanjang perbukitan sebelah barat Sungai Danube dan didominasi kastil-kastil kuno.

Sementara Pest adalah dataran datar di sebelah tenggara sungai. Di sini kamu bisa menemukan berbagai gedung ikonik yang memiliki arsitektur unik. Misalnya saja seperti gedung parlemen Hongaria yang begitu elegan.

Jika kamu kemari sempatkan untuk menjajal pemandian air panas alami yang banyak ditemukan. Konon kabarnya air panas di sini memiliki kemampuan untuk menyembuhkan penyakit. Dua pemandian yang paling terkenal adalah Széchenyi yang berarsitektur neo-baroque dan Gellért yang kaya akan fasilitas.

Waktu terbaik mengunjungi kota ini adalah pada musim panas. Pilihan selanjutnya adalah pada musim semi ataupun gugur. Sementara musim dingin adalah waktu yang kurang direkomendasikan. Karena kota ini akan begitu bersalju dan nampak suram.

2. Prague (Praha), Republik Ceko

foto praha di malam hari yang terlihat seperti negeri dongeng Walt Disney
Credit: Jiuguang Wang

Kesan kota magis sangat kental di sini. Ada banyak gedung bersejarah yang megah dan indah berdiri di sana-sini. Membuat siapa saja yang melihat Prague terpana akan pesonanya. Tidak heran jika banyak orang yang bilang ibukota Republik Ceko ini sebagai kota paling romantis di seluruh dunia.

Tempat wisata pertama yang harus kamu kunjungi di sini adalah Prague Castle. Hanya dengan tiket seharga £7-£9.50 kamu bisa menjelajahi bangunan kastil beserta tamannya yang cantik. Harga yang sangat terjangkau untuk menikmati kemegahan kejayaan masa lalu Ceko.

Destinasi lain yang sayang dilewatkan yaitu Jewish Quarter (Josefov), Kampa Museum, National Museum, dan  Futura Centre for Contemporary Art. Setiap tempat memiliki kekhasan tersendiri, seperti National Museum yang menyimpan peninggalan jaman pertengahan dan Futura Centre yang menjadi tempat pertunjukan para seniman Ceko.

3. Bucharest, Romania

Salah satu ikon Bucharest Arcul de Triumf  di malam hari yang begitu eksotis
Sumber gambar: Wikimedia

Kota modern dengan sentuhan sejarah yang kental. Itulah kesan pertama yang kamu dapati ketika berkunjung ke kota yang dulu dijuluki ‘Little Paris’ ini. Sejumlah bangunan megah menghiasi kota ini.

Salah satunya yaitu gedung parlemen Romania yang dibangun pada tahun 1984 oleh Nicolae CeauÅŸescu. Turis bisa mengikuti tur keliling gedung yang diadakan tiap setengah jam sekali. Pengunjung bakal menikmati

Masih ada juga Old center (Lipscani) yang berisi bangunan bersejarah dari abad ke 19. Jalan yang terbuat dari batu yang masih terawat makin menambah kesan bersejarah tempat ini.

Bucharest juga memiliki banyak museum menarik yang sayang dilewatkan. Seperti Village Museum yang memiliki ratusan bangunan tradisional Romania, Art Museum yang menyimpan koleksi seni kuno, modern, dan kontemporer, Military History Museum yang berisi berbagai senjata sejak jaman prasejarah hingga modern, dan lain sebagainya.

4. Ionian Coast, Albania

Garis pantai Ionian dikenal mempesona. Paduan pegunungan dan birunya laut membikin pemandangan tempat ini begitu spektakuler. Sederet pantai eksotis yang bisa kamu kunjungi di sini yaitu Dhraleos in Palasë , Dhërmi, Jaliksari, Shkambo Gjipea, dan Borsh.

Setiap pantai memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Misalnya Dhraleos in Palasë dengan laut yang begitu tenang, Dhërmi yang terpencil namun memiliki air sejernih kristal, hingga Gjipea yang memiliki panorama cantik dengan tebing setinggi 70 meter.

Selain pantai yang indah, pengunjung juga bisa jalan-jalan ke sejumlah situs sejarah di sini. Seperti kastil Lekuresit, kastil Ali Pasha, dan reruntuhan kuno Butrint yang jadi primadona di sini. Benar-benar tempat wisata Eropa Timur yang eksotis dan menarik.

5. Warsawa, Polandia

Foto warsawa town hall yang diambil dari atas
Sumber gambar: Wikipedia

Kota yang sempat hancur di Perang Dunia Kedua ini kini kembali hidup. Penuh dengan optimisme dan aktivitas menyenangkan. Sisa-sisa sejarah yang pernah terjadi di sini masih bisa dijumpai. Diabadikan menjadi situs sejarah yang masih terjaga hingga kini.

Cara paling menyenangkan untuk menikmatinya yaitu dengan berjalan melalui Royal Road. Royal Road adalah jalan yang menghubungkan Royal Castle dan Royal Place. Panjangnya kurang lebih 10 kilometer. Sepanjang jalan, kamu bakal menemui sejumlah situs sejarah menarik, seperti President Palace, patung astronom Copernicus, menara kembar Holy Cross Church, Tomb of The Unknown Soldier, dan lain sebagainya.

Setelah puas berkeliling Royal Route, tempat wisata Warsawa berikutnya yang harus dikunjungi adalah Lazienki Park yang cantik. Kamu bisa sampai ke taman ini dengan menggunakan bus. Di sini kamu bisa mengunjungi Chopin Monumen dan Palace on the Water yang bergaya neoklasik.

Untuk pecinta kuliner, jangan sampai kamu meninggalkan Warsawa tanpa mencicipi kue Pierogi. Kuliner paling terkenal di Polandia ini memiliki variasi isi yang sangat banya, mulai dari buah strawberi, keju, cokelat, daging, dan lain sebagainya.

6. Bratislava, Slovakia

foto kastil bratislava yang putih dan megah berdiri menjulang di atas bukit
Sumber gambar: Wikimedia

Keagungan jaman pertengahan adalah daya tarik utama Bratislava. Kota yang ditinggali banyak etnis ini menyimpan banyak permata sejarah yang masih terjaga hingga kini. Apalagi kebanyakan bangunan kuno terkonsentrasi di kuat tua. Membuat kamu lebih mudah menemukannya.

Beberapa bangunan kuno yang harus dikunjungi yaitu Bratislava's Town Hall yang dibangun pada abad ke 14-15, Michael's Gate yang merupakan sisa pertahanan jaman pertengahan, Grassalkovich Palace bergaya baroque yang kini dijadikan istana presiden, dan lain sebagainya.

Bagi yang suka musik, silahkan berkunjung ke bar atau klub untuk menikmati alunan musik yang kental dengan budaya lokal. Sementara penyuka pertunjukan, kamu bisa menonton pentas opera, drama, atau balet di Slovak National Theatre.

7. Minsk, Belarusia

Foto kota Minsk Belarusia yang penuh bangunan yang sangat indah dan eksotis
Credit: Andrea

Kota cantik berpenduduk dua juta jiwa ini punya berbagai hal menarik yang sayang dilewatkan. Meski pada perang Dunia Kedua hampir 80 persen bangunannya dihancurkan, namun pada pertengahan 50’an kota ini dibangun ulang dengan gaya Uni Soviet. Karena itu Minsk cocok bagi kamu yang suka dengan hal-hal berbau Uni Soviet.

Salah satu bangunan Uni Soviet yang harus kamu datangi yaitu bekas markas KGB (Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti). Bangunannya megah dengan tiang-tiang berukuran besar. Di seberang jalan juga terdapat restoran untuk mengisi perut sembari mengagumi kemegahan markas intelejen era Uni Soviet.

Destinasi lain yang harus kamu singgahi yaitu National Art Museum of the Republic of Belarus yang menyimpan karya  seni Rusia dan Belarus. Palac Mastactva yang memamerkan seni modern, dan Museum of History of the Great Patriotic War yang diisi berbagai kendaraan perang, senjata, dan kisah-kisah patriotik di medan perang.

Sembari berkeliling sempatkan juga mencicipi Kefir, minuman khas Minsk yang terbuat dari susu. Rasanya kecut, mirip dengan yogurt. Bagi yang suka alkohol, kamu bisa mencoba minuman alkohol tradisional Krambambulia yang telah ada sejak jaman pertengahan.

8. Moscow, Rusia

foto red square yang ada di moscow rusia
Sumber gambar: Wikipedia

Kota tua yang megah. Itulah Moscow. Di sana sini kamu bisa menemukan bangunan megah dan unik yang berasal dari Kerajaan Rusia dan sisa Uni Soviet. Sebut saja Red Square, Izmaylovsky Kremlin, VDNKh, Bunker-42, dan lain sebagainya.

Selain bangunan bersejarah yang eksotis, Moscow juga menawarkan banyak pertunjukan menarik, dari teater hingga sirkus. Sayangnya banyak di antaranya tidak cocok bagi kamu yang tidak bisa berbahasa Rusia. Meski begitu, kamu masih bisa menikmati Obraztsov Puppet Theatre. Pertunjukan boneka ini memiliki cerita yang simpel sehingga bisa dipahami oleh orang asing.

Aktivitas lain yang harus kamu coba adalah ice skating. Sayang sekali kalau kamu sampai melewatkannya. Pasalnya Moscow adalah tempat yang sangat bagus untuk ice skating. Sejumlah lokasi yang bisa kamu coba yaitu Bosco rink, Gorky Park, dan Luzhniki.

9. Brac Island, Kroasia

Pantai unik dan indah Zaltni Rat di Brac Island tampak dari atas

Destinasi paling menarik di Brac adalah pantai Zlatni Rat. Pantai ini terbilang unik karena memiliki daratan berpasir putih yang menjorok ke laut. Jika dilihat dari atas, bentuknya menyerupai tanduk. Itulah sebabnya Zlatni Rat kerap dijuluki sebagai tanduk emas atau Golden Cape.

Menariknya bentuk tanduk pantai ini bisa berubah-ubah, tergantung kondisi angin dan cuaca di pulau tersebut. Perubahan ini biasanya terjadi setiap dua sampai tiga tahun akibat angin Sirocco Selatan-Timur.

Soal keindahannya sendiri tidak perlu kamu ragukan. Dengan air sebening kristal dan pasir seputih salju, membuat pemandangan pantai ini benar-benar luar biasa. Pantas sekiranya Zlatni Rat disebut sebagai pantai paling indah di seantero Eropa.

10. Saint Petersburg, Russia

Foto bangunan kuno unik di Saint Petersburg Rusia
Credit: Alexx Malev

Saint Petersburg  adalah destinasi wajib bagi pelancong yang mampir ke negeri beruang merah. Pasalnya kota ini memang luar biasa, bahkan kadang disebut sebagai salah satu tempat terindah di dunia. Penuh dengan bangunan megah, karya seni, harta karun, dan barang antik. Pantas sekiranya UNEsCO memasukan Saint Petersburg sebagai salah satu situs peninggalan dunia.

Tempat wisata yang paling diminati di sini yaitu Hermitage Museum atau Winter Palace. Sebuah istana menyimpan tiga juta koleksi dari seluruh penjuru dunia. Benar-benar museum kelas dunia yang begitu luar menawan.

Pesona kota metropolitan terbesar kedua di Rusia ini tidak berhenti sampai di sini. Ada banyak lokasi menarik di Saint Petersburg yang harus kamu kunjungi. Beberapa di antaranya yaitu Alexander Nevskiy Monastery, Our-Lady-of-Kazan Cathedral, Narva Triumphal Arch, Ethnographic Museum, dan lain sebagainya.

Agar liburanmu di Saint Petersburg makin sempurna, pastikan kamu menonton balet dan pertunjukan opera. Kamu bisa membeli tiket masuknya di gedung teater ataupun di sejumlah kios yang ada di kota ini. Pastikan untuk tidak membeli tiket via online karena harganya bisa sepuluh kali lebih mahal.

11. Triglav National Park, Slovenia

Pemandangan Taman Nasional Triglav di Slovakia yang masih asri dan alami
Credit: Erik Paakspuu

Triglav adalah satu-satunya taman nasional yang ada di Slovenia. Namanya diambil dari nama gunung tertinggi di taman tersebut, Gunung Triglav setinggi 2.864 meter. Tempat ini juga menjadi rumah bagi banyak hewan dan tumbuhan langka, misalnya simlir yang tersisa 2.000 ekor saja di dunia.

Apa saja yang bisa kamu lakukan di sini? Berpetualang dan mendaki Gunung Triglev. Ada banyak rute yang bisa kamu tempuh. Pilih saja yang sesuai dengan kemampuan fisik kamu. Ada banyak pemandu lokal yang bisa menemani perjalanan kamu di taman ini.

Ada sejumlah destinasi menarik bisa kamu kunjungi selama eksplorasi. Misalnya Air Terjun Savica dan Pokljuca, Danau Bohinj, dan sumber mata air Sungai Soca. Namun yang paling terkenal di kalangan turis adalah Ngarai Vintgar yang hanya dibuka pada musim panas saja.

Ngarai ini memiliki panjang 1,6 kilometer. Membelah perbukitan Hom dan Boršt. Tempat ini sudah dilengkapi dengan jalur khusus dan jembatan kayu. Sehingga setiap pengunjung dapat menikmati keindahan ngarai ini dari dekat.

12. Belgrade, Serbia

Salah satu bangunan megah di belgrade
Sumber gambar: Wikimedia

Kamu bakal terkesima dengan Belgrade ketika pertama kali berkunjung ke kota ini. Dengan banyaknya atraksi menarik, arsitektur yang indah, tempat belanja yang murah, dan kehidupan malam yang seru, menjadikan Belgrade sebuah kota yang sangat dinamis.

Ada banyak tempat menarik yang bisa kamu kunjungi di kota ini. Misalnya benteng Kalemegdan yang kini menjadi taman kota, Old Royal Palace yang dulunya ditinggali raja-raja Serbia, Ethnographic Museum, hingga Nikola Tesla Museum. Hindari berkunjung ke museum pada hari senin, karena kebanyakan museum tutup.

Mumpung kamu di Belgrade, coba juga kebab tradisional ala Balkan yang dinamakan Ćevapi. Ćevapi berisi daging panggang yang dicincang halus dengan potongan bawang dan krim asam. Kuliner ini banyak dijual di Belgrade dan sangat layak untuk kamu coba.

Ketika matahari tenggelam, wajah Belgrade akan berubah menjadi tempat pesta yang meriah. Ada banyak pesta malam yang digelar di sini sepanjang tahun, mulai dari Jazz, Techno, hingga pesta di atas kapal. Jangan sampai tidak bergabung dengan keriuhan pesta Belgarde!

13. Kotor, Montenegro

Kastil di atas tebing yang menjorok di Kotor yang begitu fantastis
Sumber gambar: Wikipedia

Kota berusia 2.000 tahun ini memiliki pemandangan yang spektakuler. Bagian depannya adalah hamparan Teluk Boka yang kebiruan, dan di belakangnya terbentang pegunungan yang berdiri gagah. Tempat liburan yang sempurna untuk rileksasi dan menikmati atmosfer Balkan.

Hal yang pertama kali kamu lakukan adalah mengunjungi benteng dan tembok kota yang berada di atas bukit. Jaraknya sekitar 4,5 kilometer dari pusat Kota Kotor. Di tempat ini kamu bisa menikmati lanskap Kotor yang benar-benar indah.

Setelah itu baru kamu bisa berjalan-jalan ke kota lama. Bangunan sejarah yang apik bisa jadi latar foto kenang-kenangan liburan kamu kemari. Bagi yang ingin menikmati teluk Boka kamu bisa mampir ke pantai kota.

14. Uvac Valley, Serbia

Pemandangan berkabut Uvac Valley yang begitu menakjubkan di pagi hari
Sumber gambar: Wikipedia

Destinasi ‘rahasia’ Serbia. Dianggap juga sebagai salah satu dari tujuh keajaiban alam di Serbia. Ngarai yang dalam dengan sungai yang berkelak-kelok menghasilkan kemegahan alam. Kamu bakal terpana dengan pemandangannya ketika berkunjung kemari.

Asyiknya tidak banyak turis yang berkunjung ke sini. Sehingga kamu bisa menikmati keasrian Uvac sepenuhnya. Untuk menjelajahi Uvac kamu harus mengikuti tur khusus. Pasalnya tempat ini adalah cagar alam dan akses ke ngarainya dibatasi. Tujuannya agar tempat ini tetap terjaga sebagaimana mestinya.

Pengunjung juga bisa mampir ke Gua Ledena. Ukuran guanya cukup besar dengan panjang sekitar 2,5 kilometer. Semuanya masih alami, tanpa ada lampu penerang khusus yang terpasang di sana-sini. Satu-satunya penerangan hanya berasal dari lampu yang dibawa pemandu.

15. Plitvice Lakes National Park, Kroasia

Plitvice Lakes National Park dengan danau dan air terjun yang saling menyatu menghasilkan pemandangan yang luar biasa indah
Sumber gambar: Wikimedia

Kecantikan alam yang tiada duanya. Begitulah yang banyak orang katakan mengenai Plitvice Lakes National Park. Bahkan tempat ini disebut-sebut memiliki pemandangan alam paling cantik seantero Eropa.

Ada 16 danau yang saling terhubung dengan hamparan hutan belantara di sekelilingnya. Airnya yang jernih tampak seperti kaca dari kejauhan. Sejumlah air terjun menambah semarak pemandangan alam yang masih alami tersebut.

Namun sebelum kamu menikmatinya pemandangan di sini, kamu harus berjalan terlebih dahulu melalui rute yang tersedia. Waktu tempuhnya bervariasi, tergantung dari rute yang kamu pilih. Setidaknya bakal memakan waktu empat sampai lima jam.

Tenang saja, lamanya waktu akan terbayar tuntas setelah kamu sampai di puncak. Bayaran yang sesuai dengan pemandangan yang akan kamu dapatkan.

16. Bran, Romania

Kastil Bran yang disebut juga kastil drakula yang terlihat angker dan seram dari kejauhan meski di siang hari
Sumber gambar: Wikipedia

Bagi yang suka dengan hal-hal berbau drakula, traveling ke Bran bisa memuaskan dahaga kamu. Di kota yang terletak di selatan Transylvania, terdapat sejumlah bangunan kuno yang mirp dalam film-film drakula. Salah satunya adalah Kastil Bran atau sering disebut Kastil Drakula.

Kesan angker dan seram langsung terbesit begitu kamu melihat kastil ini. Benar-benar seperti kastil yang dihuni seorang drakula. Meski Vlad Tepes ‘sang drakula’ tidak pernah menyebut kastil ini sebagai rumahnya, ditambah lagi tidak ada catatan sejarah mengenai kunjungannya ke sini.

Selain kastil drakula, masih banyak tempat wisata menarik lainnya yang bisa kamu temukan di sini, seperti Piatra Craiului, Pestera Dambovicioara, Cetatea Rasnovului, Brasov, benteng Saxontu, dan Bran Village Museum.

Sedikit lebih jauh lagi terdapat Kastil Peles. Kastil Peles dulunya digunakan sebagai istana musim panas raja-raja Romania. Tidak heran jika tempat ini begitu indah, layaknya kastil dalam buku dongeng anak-anak.

17. Krakow, Polandia

Kota Krakow yang berusia dua puluh ribu tahun yang masih menyisakan kemegahan masa lalunya
Sumber gambar: Wikimedia

Krakow adalah salah satu kota tertua di Polandia. Berdasarkan sejumlah bukti, kota ini telah berdiri sejak 20.000 tahun sebelum masehi. Konon Krakow dibangun di atas sarang naga yang dikalahkan oleh raja Krak pada jaman dahulu kala.

Ada banyak destinasi bersejarah yang bisa kamu kunjungi. Distrik Kazimierz adalah salah satnya. Distrik peninggalan Yahudi ini memiliki berbagai bangunan yang menarik, seperti sinagog Remuh dan pemakaman kuno.

Tempat lainnya yang tidak kalah menarik yaitu Distrik Nowa Huta yang dibangun pada era komunis. Distrik ini penuh dengan bangunan khas komunis yang berukuran besar dan taman yang mengelilinginya. Begitu tiba di sini, kamu bisa langsung merasakan sisa atmosfir ketidaknyamanan di penjuru tempat ini.

Tempat wisata ini juga menawarkan sejumlah tur menarik yang bisa kamu coba, seperti tur mencicipi vodka, tur kuliner di Kazimierz, hingga tur membuat bir. Tinggal pilih tur yang kamu senangi.

18. Dubrovnik, Kroasia

pemandangan Dubrovnik yang tua dan menarik membuatnya menjadi lokasi syuting game of thrones sebagai king's landing
Sumber gambar: Wikimedia

Wajib hukumnya ke Dubrovnik saat kamu traveling ke Kroasia. Popularitas tempat ini sangat moncer, melebihi Kroasia itu sendiri. Tidak mengherankan jika kota ini sangat padat oleh turis sepanjang tahunnya.

Dubrovnik adalah kota yang benar-benar menawan. Sulit menggambarkan keindahan kota ini hanya lewat kata-kata. Kamu akan memahaminya ketika berkunjung ke kota ini. Dua lokasi yang wajib dikunjungi turis di sini yaitu kota tua dan dinding kuno yang mengelilinginya.

Di kota tua, pastikan kamu mengunjungi setiap bangunan kuno yang ada di sini. Beberapa di antaranya yaitu Arboretum Trsteno yang merupakan kebun botani paling tua di dunia, Rector's Palace yang bergaya Gothic-Renaissance, gereja Saint Blaise yang dibangun pada abad 18, dan lain sebagainya. Jangan sampai menyesal karena melewatkannya.

Setelah puas berkeliling, kini giliran kamu mengunjungi dinding kuno yang mengelilingi kota. Dinding ini memiliki panjang hingga 2 kilometer dengan ketinggian sekitar 4-6 meter. Tempat ini kerap dijadikan lokasi syuting, salah satunya adalah serial Games of Thrones HBO yang menampilkannya sebagai ibukota Westeros King’s Landing.

19. Skopje, Macedonia

Penampakan kota tua Skopje lengkap dengan toko-toko jaman dulu
Sumber gambar: Wikimedia

Peninggalan sejarah di Skopje lain dari pada yang lain. Berulangkali diduduki oleh berbagai bangsa, membuat kota ini kaya akan artefak budaya. Mulai dari Kekaisaran Romawi, Byzantine, Kekaisaran Serbia hingga jatuh ke tangan Turki.

Sisa-sisa pendudukan itu masih dapat disaksikan dalam bentuk bangunan kuno. Misalnya saja Stone Bridge yang dibangun oleh Kaisar Byzantine Justinian, ada pula penginapan Kurshumli Han dari era pemerintahan Turki, serta Aqueduc yang tidak diketahui kapan dibangun.

Selain menikmati eksotisme budaya masa lampau, kamu juga bisa mengeksplorasi Matka Canyon yang indah dan mendaki Vodno Mountain. Kedua lokasi ini bisa kamu capai dengan menumpang transportasi bus umum.

Bagi yang suka kuliner sempatkan untuk mencicipi aneka makanan khas Macedonia, seperti burek dan Shopska Salata. Ada banyak restoran yang menyediakan makanan lokal dengan harga terjangkau. Jadi pastikan kamu menikmatinya selagi berada di Macedonia.


****

Itulah sejumlah tempat wisata di Eropa Timur eksotis dan menarik yang bisa kamu kunjungi sewaktu liburan. Kira-kira kapan kamu bisa traveling ke sini?


Suka dengan artikel di atas? Baca juga artikel menarik seputar travel dan ragam atau artikel lain dari raSains.

Sumber gambar sampul: Thomas Cat

Warna-warni Sejarah Perkembangan Lipstik

Lipstik berwarna-warni yang biasa dipakai gadis remaja

raSains.com - Sejarah lipstik dipenuhi berbagai warna. Sama seperti warna-warni alat kosmetik tersebut. Pernah dianggap sebagai penanda kelas sosial, simbol seksualitas, hingga diharamkan karena dianggap sebagai pengejawantahan setan.

Bahan pembuatnya juga bolak-balik berubah. Mulai dari bunga, serangga, hingga logam berat. Namun pesona lipstik tidak pernah pudar sedikitpun. Para wanita tetap menyukainya dan memakainya sampai saat ini. Dari masa ke masa, beginilah sejarah perkembangan lipstik yang penuh warna.

Lipstik dan peradaban kuno


Siapakah penemu lipstik pertama di dunia? Sejumlah sejarawan percaya lipstik pertama kali dibuat di Sumeria Kuno. Orang-orang Sumeria menghancurkan batu permata untuk merias bibir dan daerah sekitar mata.

Sedangkan orang pertama yang menggunakan lipstik berwarna adalah Ratu Schub-ad dari Ur, sekitar 3.500 tahun sebelum masehi. Berdasarkan artikel Reading Our Lips: The History of Lipstick Regulation in Western Seats of Power yang dipublikasikan Harvard, Ratu Sumeria ini memanfaatkan timah dan batu merah yang dihaluskan sebagai bahan dasar pembuat lipstik.

Penggalian yang dilakukan arkeolog Inggris, Sir Leonard Woolley, berhasil menemukan lipstik pewarna bibir yang tersimpan dalam cangkang kerang di makam orang-orang Sumeria Kuno yang memiliki kemampuan membuat lipstik.

Dari Sumeria, budaya penggunaan lipstik menyebar ke Mesir Kuno yang saat itu tengah berkembang. Lipstik tidak hanya dipakai wanita, namun juga pria. Hal ini dikarenakanan riasan memainkan peran sebagai simbol kelas sosial dalam peradaban Mesir Kuno.

Gambar peti mati firaun yang merupakan peninggalan mesir kuno
Credit: Tjflex2

Bagian wajah yang jadi perhatian yaitu bibir dan daerah mata. Untuk merias mata, orang Mesir memanfaatkan perunggu dan pigmen tembaga karbonat untuk mendapatkan warna hijau, dan gelana yang mengandung timbal untuk menghasilkan warna hitam.

Sedangkan bahan pembuat lipstiknya jauh bervariasi. Misalnya saja Cleopatra yang menggunakan serangga hingga tanaman bunga sebagai bahan bakunya.

"Dia (atau budaknya) diduga menciptakan lipstik dari bunga, oker merah, sisik ikan, semut yang dihancurkan dan carmine," kata Rachel Weingarten, sejarawan kecantikan dan penulis buku Hello Gorgeous! Beauty Products in America '40s-'60s, seperti dikutip dari Bustle.

Menariknya, lipstik sebagai representasi kelas atas tidak berlaku di Yunani Kuno. Alih-alih sebagai tanda aristokrat, lipstik malah identik dengan pelacuran. Para pelacur di masa itu menggunakan pewarna merah, anggur, keringat domba, air liur, hingga kotoran buaya untuk mewarnai bibir mereka.

Setiap pelacur juga diwajibkan untuk memakai lipstik merah di muka umum. Pemakaian ini bahkan diatur oleh hukum. Di mana pelacur yang muncul di publik pada jam-jam yang salah tanpa lipstik atau make up dapat dijatuhi hukuman. Aturan ini juga menandai hubungan lipstik merah dengan prostitusi yang pertama tercatat dalam sejarah.

Status lipstik baru membaik di era Romawi Kuno. Sama seperti Mesir Kuno, orang-orang elit Romawi menggunakan lipstik untuk menunjukan status sosial mereka, bukan gender. Meski begitu, konsumen lipstik terbesar masih dipegang oleh kaum hawa.

Permaisuri Poppaea Sabina, sang istri gila Kaisar Gila Nero, bahkan mempekerjakan seratus petugas untuk memastikan bibirnya merah sepanjang hari. Ironisnya, di era ini bahan pembuat lipstik diambil dari tanaman cerucai, yang mana memiliki kandungan yang cukup kuat.

Perkembangan lipstik di Eropa Barat


Setelah Kekaisaran Romawi runtuh, Eropa memasuki zaman kegelapan. Zaman di mana seluruh aturan diambil oleh majelis dewan Gereja, bukan lagi parlemen ataupun raja. Di era ini, sejarah perkembangan lipstik kurang begitu jelas.

Ini disebabkan satu-satunya sumber informasi berasal dari catatan orang-orang gereja. Berdasarkan catatan mereka, para pemuka Katholik menganggap riasan wajah adalah bentuk pembangkangan kepada Tuhan.

“Gambar setan yang menaruh lipstik pada wanita kerap kali muncul, dan wanita harus mengenakan lipstik saat mereka membuat pengakuan,” kata Sally Pointer, penulis The Artifice of Beauty: A History and Practical Guide to Perfumes and Cosmetics.

Walau begitu, larangan pemakaian lipstik masih menyisakan celah. Menurut Sally, para pastor mengijinkan para wanita memakai lipstik untuk ‘memperbaiki kerusakan parah’ agar tidak dipandang rendah oleh suami mereka.

Bagi wanita yang melanggar, mereka akan mendapatkan sanksi sosial. Meski di sejumlah tempat hal ini tidak sepenuhnya berlaku. Misalnya saja di Inggris pada awal zaman pertengahan yang memperbolehkan lipstik berwarna bunga bakung dan bunga mawar. Alasannya karena kedua warna ini melambangkan kemurnian. Oleh karena itu penggunannya tidak dipermsalahkan.

Memasuki abad enam belas, hubungan lipstik dan gereja maju mundur. Di satu sisi larangan pemakaian lipstik masih berlaku, namun di sisi lain Ratu Elizabeth I I tidak mengindahkan aturan tersebut. Pasalnya sang ratu percaya jika lipstik memiliki kemampuan magis untuk menyembuhkan penyakit dan mampu menghindarkan kematian.

Lukisan Ratu Elizabet 1 Inggris saat mengenakan lipstik
Lukisan Ratu Elizabeth I. Sumber gambar: Wikimedia

Sebuah kepercayaan yang ironis. Mengingat Ratu Elizabeth I menggunakan lipstik yang mengandung timah. "Banyak lipstik pada saat itu mengandung ceruse yang terbuat dari timah. Hal ini perlahan akan meracuni pemakainya sampai mereka meninggal keracunan timbal," ujar Hernandez, pengarang Classic Beauty: The History of Makeup, seperti dikutip dari Bustle.

Meski begitu, Ratu Elizabeth I berhasil menorehkan prestasi tersendiri dalam sejarah lipstik, yakni dengan menemukan pensil bibir. Dia atau orang dekatnya diperkirakan membuat pensil bibir dengan mencampur alabaster dengan ramuan pewarna, lalu menggulungnya hingga berbentuk krayon. Setelah itu, krayon tinggal dijemur dan pensil bibir siap digunakan.

Setelah kematian sang ratu, orang-orang gereja kembali mengangkat keharaman lipstik. Bahkan parlemen Inggris mengeluarkan undang-undang yang menyatakan wanita yang menggunakan riasan untuk merayu pria agar menikahinya adalah bentuk dari ilmu hitam. Oleh karena itu mereka harus dihukum.

Memasuki era Viktoria, pelarangan lipstik kian menjadi-jadi. Ratu Victoria mengumumkan pelarangan penggunaan lipstik di muka umum, kecuali untuk pelacur dan aktris. Keputusan ini tidak serta merta mengenyahkan eksistensi lipstik, hanya memindahkannya ke bawah tanah saja.

Banyak wanita yang memilih untuk mengakali aturan tersebut. Caranya beragam. Misalnya dengan cara mencium kertas krep merah, menggigit bibir mereka, menggunakan salep ‘carmine’ untuk mengatasi bibir pecah-pecah.

Praktek diam-diam ini terus dilakukan para wanita sepanjang era Viktoria hingga akhirnya keberadaan lipstik mulai diterima masyarakat. Salah satu tonggaknya ialah saat  aktris ternama Sarah Bernhardt mengoleskan lipstik merah di depan umum pada tahun 1880’an.

1900’an hingga masa kini


Abad ke dua puluh merupakan era kembalinya kejayaan lipstik. Lipstik tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang buruk. Malahan lipstik diasosiasikan sebagai simbol feminitas sekaligus emansipasi. Melekatnya simbol emansipasi tidak bisa dilepaskan dari demonstrasi ‘lipstik merah’ suffragette pada tahun 1912.

Dua orang pemimpin gerakan suffragette New York, Elizabeth Cady Stanton dan Charlotte Perkins Gilman, mengenakan lipstik sebagai tanda emansipasi ketika mengikuti demonstrasi suffragettes di New York. Setelahnya, para wanita suffragette selalu memerahkan bibirnya sebagai prosedur tetap dalam setiap aksi mereka.

"Manifestasi lipstik merah pertama dan paling terkenal sebenarnya terjadi di New York saat para suffragettes turun ke jalan, bersatu, dan sebagai bagian dari pembangkangan dan perjuangan menuntut hak pemungutan suara, mereka semua memakai lipstik merah terang," jelas Madeleine Marsh, seperti dikutip dari WNYC.

Marsh dalam bukunya Compacts and Cosmetics juga menjelaskan jika pemilihan warna merah terang memiliki arti khusus. Makna eksplisitnya adalah tuntutan mendapatkan hak pilih, sedangkan implisitnya yaitu wanita harus bebas menentukan penampilannya sesuai keinginan mereka.

Pamor lipstik kian menjadi-jadi setelah Maurice Levy menemukan lipstik yang dikemas dalam tube metal pada tahun 1915. Cara kerja lipstik baru ini cukup sederhana, cukup geser tuas kecil di sisi tabung dan lipstik akan keluar.

Desain baru ini membuat lipstik makin praktis digunakan dan memudahkannya dibawa kemana-mana. Pasalnya sebelum kehadiran lipstik tube, lipstik biasanya dikemas dengan kertas sutera atau wadah lainnya. Sementara lipstik tube modern yang kita kenal hari ini dipatenkan oleh James Bruce Mason Jr. in Nashville pada tahun 1923.

Ketika Perang Dunia Kedua pecah, fungsi lipstik juga bergeser. Dari yang tadinya sekedar make up, kini lipstik diasosiasikan sebagai bentuk patriotisme. Pasalnya pemakaian lipstik dianggap dapat meningkatkan moral prajurit dan wanita yang bekerja di garis depan.

Hal yang paling menarik di era ini yaitu Hitler, sang Fuhrer Nazi, ternyata sangat membenci lipstik. Alasannya karena lipstik dibuat dari lemak binatang. "Hitler membenci lipstik merah dan tidak mengizinkan wanita mana pun di sekitarnya untuk memakainya,” kata Sarah Schaffer, pengarang Reading Our Lips: The History of Lipstick Regulation in Western Seats of Power.

Setelah perang usai lipstik kembali menjadi simbol glamour berkat kampanye iklan ‘Fire and Ice’ di tahun 1952. Kampanye ini dianggap sebagai taktik pemasaran paling sukses sepanjang sejarah kosmetik. Kampanye ini berisi lima belas pertanyaan untuk menguji kepribadian pembaca apakah sudah sesuai dengan lipstik merah atau tidak.

Tampil cantik dengan memakai lipstik berwarna merah terang
Sumber gambar: Pixabay

Kesuksesan kampanye ini tidak bisa dilepaskan dari pertanyaan yang diajukan. Di mana isi dari pertanyaan tersebut memberikan keleluasaan bagi wanita untuk membayangkan dirinya sebagai gadis baik atau gadis nakal, lebih sopan atau berani.

Ditambah lagi para ikon Hollywood, seperti Grace Kelly, Marilyn Monroe, Audrey Hepburn, dan Elizabeth Taylor, kerap wara-wiri muncul sembari mengenakan lipstik. Efeknya tren penggunaan lipstik naik signifikan di kalangan wanita. Bahkan sebuah survey yang diadakan pada tahun 50’an mengklaim jika 60 persen remaja putri menggunakan lipstik.

Sayangnya satu dekade kemudian, popularitas lipstik merah malah melorot. Kemorosotan ini dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti perubahan tren, preferensi hippie yang memilih natural, hingga protes kalangan feminis yang menganggap lipstik merah hanya untuk menyenangkan pria.

Namun ini bukan berarti pesona lipstik pudar. Karena yang berubah adalah preferensi warnanya saja. Di mana lipstik merah dianggap sebagai peninggalan generasi lama, sedangkan generasi baru yang enerjik lebih menyukai warna pastel dan nude.

Nasib lipstik merah tidak kunjung berubah ketika memasuki tahun 80’an. Popularitasnya bahkan makin pudar. “Warna pink atau rose populer sebagai warna sehari-hari, meninggalkan warna merah untuk acara-acara khusus,” kata Hernandez.

Memasuki milenium kedua, preferensi penggunaan lipstik berubah total. Dibanding tren, para wanita masa kini memilih lipstik berdasarkan mood. Karena itu wanita sekarang bisa gonta-ganti warna lipstik setiap harinya. Sementara larangan dan tabu lipstik tidak lagi berlaku. Lekang ditelan zaman. 

Suka dengan artikel di atas? Baca juga artikel menarik seputar sejarah dan ragam atau artikel lain dari raSains.

Sumber gambar: Pixabay