raSains.com - Berlin-Ichthyosaur
Park, dari namanya kamu mungkin menebak lokasi kota hantu ini berada di sekitar
Berlin. Setidaknya masih di negara Inggris. Sayangnya tebakan ini salah, karena
Berlin-Ichthyosaur Park berada di Nevada, Amerika Serikat. Kaget kan?
Nama Berlin-Ichthyosaur Park merupakan gabungan dari kata
Berlin dan Ichthyosaur. Berlin sendiri merujuk pada tambang tua yang ada di
kota tersebut, sedangkan Ichthyosaur berasal dari fosil dinosaurus yang
ditemukan di sana.
Sisa-sisa sejarah tersebut adalah daya tarik utama destinasi
wisata ini. Di tempat ini, kamu bakal berpetualang menembus waktu, dimulai dari
jaman prasejarah saat para dinosaurus tinggal hingga era demam emas yang
melanda Amerika Serikat ratusan tahun silam. Tertarik berkunjung kemari?
Kota hantu yang (dulu) kaya akan emas
Kisah tempat wisata ini dimulai sejak bulan Mei tahun 1863. Pada
tahun tersebut, sekolompok pencari emas berhasil menemukan perak di Union
Canyon. Lalu didirikanlah tambang kecil-kecilan untuk mendulang mineral
berharga di sana.
Di tahun yang sama pula para penambang membangun distrik
khusus yang terdiri atas Union, Lone, Grantsville, dan Berlin. Meski begitu,
proses pertambangan besar-besaran baru dimulai tiga puluh tahun kemudian,
tepatnya pada tahun 1896.
Klaim kandungan emas dan perak yang banyak di sana berhasil
menggaet ratusan orang untuk datang ke Union Canyon. Sehingga dalam waktu
singkat, kota tersebut berkembang pesat. Berdasarkan situs resmi Nevada State Park,
total emas yang ditambang dari 3 mil terowongan ditaksir sebesar $849.000.000.
Dengan harga emas saat itu sekitar $20 per ons.
Namun seiring cadangan emas yang makin menipis, distrik ini
mulai ditinggalkan penduduknya. Mereka pergi untuk mencari lokasi tambang emas
baru lainnya. Terhitung sejak tahun 1911, kota ini ‘resmi’ menjadi kota mati.
Wisata masa lampau yang sayang untuk dilewatkan
![]() |
| Sumber gambar: Nevada State Parks |
Kekayaan sejarah di Berlin masih bisa kamu nikmati. Aneka
bangunan kuno khas abad ke delapan belas masih dipelihara dengan baik, mulai
dari pabrik pengolahan bijih, toko pandai besi, rumah warga, toko, dan bangunan
lainnya.
Pengunjung juga diperbolehkan untuk memasuki sejumlah
bangunan. Rasakan bagaimana kehidupan di Barat yang liar. Sayangnya tidak semua
bangunan boleh dimasuki, beberapa di antaranya hanya diperbolehkan dipandang
dari kaca jendela.
Meski begitu, keterangan pada setiap bangunan dapat
memberikan gambaran sejarah mengenai kondisi Kota Berlin pada masa lampau. Semua
keterangan di sini berasal dari kenangan Firmin Bruner yang dulu pernah menghabiskan
masa kanak-kanaknya di Kota Berlin.
Setelah kamu puas berkeliling, kini saat kamu mengunjungi Tambang
Diana, dikenal juga dengan nama Terowongan Walter Bowler. Tambang bawah tanah
ini memiliki panjang hingga 1.200 kaki. Di sini kamu bisa mendapati berbagai peralatan
tambang kuno yang pernah digunakan oleh para pencari emas.
Keadannya masih sangat bagus, persis seperti baru
ditinggalkan kemarin. Beberapa hal yang bisa kamu saksikan yaitu gerobak untuk
mengangkut bijih, stope (ruangan atau tempat di mana endapan biji ditambang), winze
(lubang yang menghubungkan level di atas dengan di bawahnya, hingga vein (tempat
di mana mineralisasi menyerupai pipa atau urat), dan lain sebagainya.
Sayangnya karena tempatnya terbatas, kamu perlu melakukan
reservasi untuk bisa tour keliling ke dalam Tambang Diana. Biaya tournya
sebesar $3 (sekitar Rp40.000). Namun jangan kecewa dulu, karena tambang bagian
atas terbuka selama 24 jam selama setahun penuh.
Dengan kata lain, kamu bisa menjajal uji nyali saat malam
tiba. Apalagi pengelola juga menyediakan area untuk berkemah. Agar uji nyali
lebih seru, kamu bisa memakai headlamp
untuk mendapatkan suasana yang dirasakan para penambang emas.
![]() |
| Ilustrasi Ichthyosaur (kiri) dan Plesiosaur (kanan). Sumber gambar: Wikimedia |
Setelah kamu puas menikmati ‘sejarah manusia’ yang tertoreh
di sini, kini saatnya kamu pergi ke jaman dinosarus dengan mengunjung rumah
fosil. Di sana kamu bisa mendapati fosil makhluk purba Ichthyosaur.
Dinosaurus ini hidup di laut sekitar Nevada pada jaman
prasejarah. Bentuknya menyerupai lumba-lumba dengan moncong yang lebih panjang.
Moncong panjangnya berguna untuk menangkap moluska yang menjadi makanan utama Ichthyosaur.
Sedangkan panjang cukup bervariasi, mulai dari dua hingga
lima puluh kaki (sekitar 0,5 meter hingga 15 meter). Fosil dinosaurus ini
pertama kali ditemukan oleh Dr. Siemon Mueller pada tahun 1928. Ketika itu ia
tidak sengaja mengamati bukit di atas Kota Berlin yang tererosi secara alami.
Penggalian fosil sendiri baru dilakukan seperempat abad
kemudian, tepatnya pada tahun 1954. Hingga tahun 2003, total fosil Ichthyosaur
yang berhasil ditemukan berjumlah empat puluh fosil. Jumlah fosil Ichthyosaur terbesar
yang pernah ditemukan manusia.
Apakah kamu tertarik traveling ke kota hantu ini?
Suka dengan artikel di atas? Baca juga artikel menarik seputar travel dan ragam atau artikel lain dari raSains.
Sumber gambar: Wikimedia



EmoticonEmoticon