raSains.com - Banyak sekali panduan mengecilkan perut buncit di internet. Biasanya
ditambah embel-embel ‘cepat, efektif, ampuh, dan alami’. Secara garis besar,
saran-saran tersebut dapat dirangkum ke dalam tiga cara yaitu diet, olahraga,
dan mengonsumsi pil diet.
Ketiganya diklaim ampuh untuk mengatasi perut buncit. Namun
benarkah demikian? Pernahkah kamu bertanya-tanya soal keefektifan metode
tersebut?
Kupas tuntas di balik
klaim manfaat pil diet
![]() |
| Credit: Pixabay |
Setiap produk obat dan suplemen diet selalu diklaim
bermanfaat menurunkan berat badan sekaligus merampingkan perut. Semua manfaat
itu tidak dilepaskan dari kandungan di dalamnya, misalnya ekstrak ginseng, teh
hijau, dan creatine.
Dengan masing-masing kandungan diklaim memiliki manfaat
khusus, seperti suplemen yang mengandung protein
powder yang dapat meningkatkan masa otot.
Namun benarkah semua kandungan tersebut benar-benar
bermanfaat? Sejumlah penelitian yang dimuat di iflscience menunjukan hal
sebaliknya. Jika kebanyakan kandungan tersebut tidak berguna, bahkan ada yang
berbahaya jika dikonsumsi jangka panjang.
Contoh kandungan yang tidak berguna yaitu creatine, protein powder, dan minyak ikan. Ketiga hal tersebut memang bermanfaat, tapi dapat digantikan
dengan makanan, seperti creatine dengan
daging, protein powder dengan
kacang-kacangan, dan minyak ikan dengan ikan sungguhan.
Ada juga kandungan yang tidak berguna yaitu homeophic,
suplemen diet semacam Hydroxycut yang mengandung ephedra yang telah dilarang di Amerika sejak 2003, dan kandungan
ekstrak kopi hijau belum teruji secara ilmiah.
Sedangkan yang berbahaya dikonsumsi jangka panjang yaitu
antioksidan. Seperti dikutip dari Business Insider, kandungan antioksidan adalah
pedang bermata ganda. Di sisi lain mampu menangkal radikal bebas, namun juga dapat
menyebabkan organ tubuh gagal berfungsi.
Namun masih ada kandungan yang direkomendasikan untuk
dikonsumsi, yakni ekstrak teh hijau. Selain aman bagi tubuh, kandungan ini juga
dapat digunakan sebagai terapi.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan University of Maryland Medical Centre, ekstrak
teh hijau dapat dimanfaatkan sebagai terapi penyakit kanker, sekaligus membantu
menurunkan berat badan.
Jadi tidak semua kandungan di pil diet itu semanjur yang kamu bayangkan. Ada yang hanya sekedar klaim, dan ada yang bermanfaat. Lalu bagaimana
dengan diet dan olahraga? Apakah kedua metode ini cukup efektif dalam
menghilangkan lemak dibanding pil diet?
Diet vs olahraga, mana yang paling baik membakar lemak?
![]() |
| Credit: Pexels |
Diet dan olahraga adalah cara alami dan yang paling aman
untuk memangkas lemak di tubuh. Namun di antara keduanya, manakah yang paling
efektif?
Untuk menjawab pertanyaan ini, Tim Program Trust Me I’m
Doctor BBC melakukan eksperimen menarik. Mereka merekrut 35 orang dengan perut
buncit. Masing-masing peserta telah diperiksa kesehatannya, mulai dari scan DEXA, level kadar gula, ukuran
pinggang, dan lain sebagainya.
Para peserta kemudian dibagi ke dalam empat kelompok.
Kelompok pertama dan kedua dipegang oleh Fredrik Karpe, profesor bidang
obat-obatan metabolis asal Oxford Unversity.
Sedangkan kelompok sisanya diuji oleh Profesor Dylan Thompson dari Bath University.
Kelompok Profesor Karpe akan menggunakan metode olahraga
untuk membakar lemak di perut. Dengan rincian kelompok pertama diperkenankan
mengonsumsi apa saja, namun mereka mengikuti arahan gaya hidup dari profesor.
Kelompok kedua akan mengikuti saran mengecilkan perut buncit
yang ada di internet. Misalnya dengan cara sit
up dan olahraga lain.
Sedangkan kelompok yang dibawahi Profesor Dylan bakal
menggunakan metode diet. Di mana kelompok ketiga bakal mengonsumsi satu liter
susu perhari, seperti yang disarankan dalam artikek di internet.
Kelompok yang terakhir akan melakukan diet sederhana, yaitu
dengan mengurangi porsi makan. Di mana porsi mereka disusutkan menjadi satu
genggam tangan. Namun makanan yang mereka santap sama seperti yang dikonsumsi
sehari-hari.
Setelah enam minggu, hasilnya sangat mengejutkan!
Berat badan kelompok pertama tetap, tapi mereka menjadi
lebih sehat. Setelah melakukan pemeriksaaan kesehatan, diketahui jika tekanan
darah para peserta kelompok ini normal.
Untuk kelompok kedua yang rutin sit up, lingkar pinggang mereka berhasil turun 2 cm. Menurut
Profesor Karpe, hal ini disebabkan karena otot-otot perut mereka yang semakin
kuat. Efeknya lemak di perut dapat ditahan dengan lebih baik.
Kelompok selanjutnya tidak mengalami kenaikan berat badan.
Padahal mereka mengonsumsi kalori tambahan hingga 400 kalori. Menurut Profesor
Dylan, penyebabnya karena peserta kekenyangan sehingga tidak bisa makan dalam
porsi besar.
Kelompok yang terakhir adalah yang paling berhasil.
Rata-rata berat badan mereka turun 3,7 kilogram dan lingkar pinggang berkurang
5 cm. Ditambah lagi hasil scan DEXA
menunjukan penurunan lemak di dalam tubuh hingga lima persen dan di perut turun
empat belas persen.
Cara terbaik melangsingkan perut yang bisa kamu coba
![]() |
| Credit: Pexels |
Berdasarkan penjelasan di atas, maka metode yang paling
ampuh dan aman untuk membakar lemak yaitu mengombinasikan olahraga dan pola
makan yang tepat. Jangan hanya mengandalkan pil diet dan sejenisnya yang beberapa
di antaranya kadang tidak terbukti.
Pertanyaannya sekarang ialah dari sekian banyak jenis
olahraga dan diet, manakah yang sebaiknya kamu coba? Berdasarkan penelitian Duke University Medical Center, aerobik
adalah olahraga yang paling direkomendasikan untuk melangsingkan perut.
Olahraga ini terbukti sangat efektif membakar lemak visceral
yang berada di antara abdomin dan organ dalam. Lemak ini merupakan biang keladi
perut buncit, dan ketika tertimbun dalam jumlah banyak, maka resiko kesehatan
akan meningkat seperti resiko penyakit jantung dan diabetes.
Berdasarkan laporan yang dipublikasikan di Journal of Physiology Endocrinology and
Metabolism, orang yang melakukan aerobik selama delapan bulan, mampu memangkas
lemak perut hingga 16 sentimeter persegi.
Jumlah ini 1,5 lebih tinggi dibanding kombinasi aerobik
dengan angkat beban, dan dua puluh kali lipat dibanding latihan beban saja. Menurut
Cris Slentz, ahli fisiologis asal Duke
University, hal ini terjadi karena aerobik mampu memangkas lemak dengan
lebih efektif.
“Studi kami berhasil mengidentifikasi bentuk latihan terbaik
untuk menghilangkan lemak tersebut,” kata Cris Slentz.
Selain itu, kamu juga harus memperhatikan waktu olahraga. Pasalnya, sejumlah penelitian menunjukan jika pagi hari adalah waktu olahraga terbaik untuk menurunkan berat badan, sedangkan sore untuk membentuk otot.
Selain itu, kamu juga harus memperhatikan waktu olahraga. Pasalnya, sejumlah penelitian menunjukan jika pagi hari adalah waktu olahraga terbaik untuk menurunkan berat badan, sedangkan sore untuk membentuk otot.
Lalu bagaimana dengan diet? Jenis diet apa yang harus kamu
pilih? Para peneliti dari Univeristy of
Copenhagen menyarankan kamu menerapkan diet tinggi protein.
Diet jenis ini memungkinkan kamu bisa makan hingga kenyang
tanpa khawatir jumlah kalori. Makanan yang bisa kamu santap yaitu daging tanpa
lemak, kacang-kacangan, dan susu rendah lemak.
Selain itu, kamu juga harus menghindari makanan yang
mengandung indeks glikemik yang tinggi. Seperti dikutip dari Harvard Health Publications, makanan yang mengandung glikemik dapat meroketkan kadar gula
darah.
Ketika kadar gula meningkat, produksi insulin akan naik.
Saat kadar gula turun, hormon kortisol akan terlepas. Keberadaan insulin dan kortisol
akan memicu peningkatan lemak, dan jika dibiarkan akan menumpuk di perut kamu. Dengan
menjaga pola makan seperti ini, kamu dapat mempertahankan perut tetap
rata.
Sekarang tinggal kamu mengombinasikan dua cara di atas untuk meraih perut rata yang kamu idam-idamkan. Namun semua itu harus kamu lakukan dengan konsisten, setidaknya satu hingga dua bulan sebelum kamu bisa melihat hasilnya.
Suka dengan artikel di atas? Baca juga artikel menarik seputar kesehatan atau artikel lain dari raSains.
Sekarang tinggal kamu mengombinasikan dua cara di atas untuk meraih perut rata yang kamu idam-idamkan. Namun semua itu harus kamu lakukan dengan konsisten, setidaknya satu hingga dua bulan sebelum kamu bisa melihat hasilnya.
Suka dengan artikel di atas? Baca juga artikel menarik seputar kesehatan atau artikel lain dari raSains.
Sumber gambar sampul: Pixabay




EmoticonEmoticon