raSains.com – Sejarah adalah hal yang penuh misteri. Penuh
kebohongan dan pelintiran fakta. Sudah banyak catatan sejarah yang akhirnya
diubah seiring ditemukannya data-data baru. Misalnya saja mengenai sejarah
penemuan jeans.
Banyak sekali ulasan mengenai asal mula celana jeans di
internet, baik dalam bahasa Indonesia maupun Inggris. Sayangnya, setelah
ditelisik lebih lanjut, sebagian besar yang tertulis di sana hanyalah sebuah
mitos alias hoax semata.
Asal mula celana jeans yang sebenarnya
![]() |
| Sumber gambar: Pexels |
Sebelum membahas mengenai sejarah jeans, ada baiknya kamu
mengetahui apa itu jeans terlebih dahulu. Jeans merupakan jenis celana yang
menggunakan bahan denim dan dungaree.
Banyak orang yang menggunakan istilah ini untuk menyebut
model ‘rivet’ blue jeans yang ditemukan Jacob Davis dan Levi Strauss pada abad
ke 19. Padahal keduanya adalah hal yang berbeda. ‘Rivet’ blue jeans hanya
pengembangan lebih lanjut dari celana jeans yang sudah ada ratusan tahun
sebelumnya.
Fakta ini ditegaskan oleh perusahaan Levi Strauss & Co.
dalam e-book History of Levi’s 501 Jeans. Dalam buku tersebut, pihaknya
menyatakan tidak pernah menemukan model celana ini. Melainkan hanya menambahkan
rivet (paku keling) pada celana jeans.
Berdasarkan catatan sejarah, munculnya celana jeans tidak
bisa dilepaskan dari kehadiran kain denim di Eropa. Menurut riset, produksi
kain denim pertama kali diproduksi di Kota Genoa, Italia, dan Kota Nîmes,
Perancis. Dari dua kota ini pula nama denim dan jeans berasal.
Di mana nama denim diambil dari kata serge de Nîmes yang
berarti kain dari Nîmes dalam bahasa Perancis. Sedangkan istilah jeans
merupakan pengembangan dari kata Gênes yang merujuk Kota Genoa.
Imbuhan kata ‘blue’ yang biasa disematkan di depan jeans
didapatkan dari Jean-Gabriel Eynard dan saudaranya Jacques yang memasok
logistik tentara Massena pada tahun 1800. Kata ini berasal dari kata ‘bleu de
Genes’ yang merujuk kepada kain denim yang berwarna biru.
Kain denim sendiri pada umumnya terbuat dari wol dan katun,
kadang juga kombinasi dari wol dan sutera, yang dicelup ke dalam pewarna biru
alami dari tanaman indigofera (dikenal sebagai nila di Indonesia). Tanaman ini
diimpor dari wilayah Asia, terutama India dan Indonesia.
Setelah memasuki abad ke 19, pembuatan kain denim mulai
berubah. Di mana penenun hanya menggunakan katun sebagai bahannya. Sedangkan
untuk pewarna, mereka memilih menggunakan sintetik indigo, karena harga pewarna
alami melonjak tajam.
Sedangkan kain dungaree merupakan bagian dari denim. Kain
ini memiliki warna pudar yang unik. Warna ini dihasilkan dari kombinasi benang
lungsin yang dicelup pewarna dengan benang pakan yang berwarna putih.
Dungaree sendiri dapat dilacak hingga abad ke 17 di India.
Kain ini banyak dikenakan oleh orang miskin di Bombay, India. Orang-orang di
sana menyebut dungaree sebagai ‘dungri’. Karena harganya yang murah dan kuat,
orang-orang Eropa mengimpor dungaree untuk pembuatan pakaian kerja.
Popularitas celana jeans di Eropa meroket seiring banyaknya
kelas pekerja, terutama pelaut dan buruh tekstil, yang memakai celana berbahan
denim (dan dungaree) sebagai pakaian kerja.
Sekitar dua ratus tahun kemudian, celana jeans mengalami
‘evolusi’ dengan penambahan rivet di antara jahitannya. Di mana dari sinilah
celana jeans merambah ke dunia fashion setelah merajai pakaian utama
pekerja kerah biru.
Bumbu hoax dalam penemuan rivet jeans
![]() |
| Sumber gambar: Pixabay |
Sejarah penemuan rivet blue jeans kerap diulas dalam
berbagai artikel. Menemukannya di internet adalah perkara yang sangat gampang.
Rata-rata cerita mereka hampir sama, yakni Levi Strauss yang pergi ke San
Fransisco untuk menjual kain kanvas cokelat kepada para penambang emas.
Para pelanggannya sering mengeluhkan ketahanan pakaian
mereka kepada Levi. Mudah sobek dan rusak, begitu curhat para penambang. Dari
sini muncul ide bisnis cemerlang, kenapa dirinya tidak membuat celana khusus
berbahan kain kanvas cokelat. Celana yang dihasilkan jelas lebih kuat dan tidak
mudah sobek.
Kemudian ia pergi ke penjahit untuk membuat celana idaman
para penambang emas. Siapa sangka jika celana gagasan Levi laku keras di antara
para penambang.
Dari sini, ia mencoba melakukan berbagai invoasi dengan
berbagai macam kain, hingga akhirnya pilihannya jatuh kepada denim. Untuk
sentuhan terakhir, Levi menambahkan rivet metal dengan bantuan seorang penjahit di Rino,
Nevada, lalu mematenkan celana temuannya tersebut pada tahun 1873.
Sampai beberapa waktu yang lalu, kisah ini dipercaya sebagai
cerita penemuan celana jeans oleh banyak orang. Sayangnya, semua itu tidak
benar. Kisah di atas hanyalah mitos alias hoax.
Fakta ini terungkap
setelah perusahaan Levi Strauss & Co merilis e-book berjudul A Short
History of Denim. Dalam e-book tersebut, hoax ini berhasil terkuak setelah
perusahaan mendapatkan salinan paten celana jeans beberapa tahun yang lalu.
Di mana Jacob Davis, penjahit asal Nevada, merupakan orang
pertama yang menggagas celana jeans. Ia lalu menggandeng Levi Strauss untuk
mematenkan gagasannya.
Sejarah blue jeans yang sesungguhnya
![]() |
| Sumber gambar: Pexels |
Sepert dilansir dari situs resmi Levi Strauss & Co.,
kisah penemuan blue jeans bermula dari kepindahan Levi Strauss ke Amerika
Serikat. Pria kelahiran Jerman 21 Februari 1829 ini bermigrasi bersama ibu dan
saudarinya ke New Yok, tepat setelah kematian sang ayah.
Di sana ia bertemu dengan dua kakak laki-lakinya, dan mulai
belajar berdagang berbagai macam barang, seperti tekstil, pakaian jadi, dan
lain sebagainya. Ketika demam emas melanda California, Levi memutuskan hijrah
ke San Fransisco untuk mengembangkan bisnis keluarganya.
Ia didapuk sebagai perwakilan perusahaan keluarga ‘J.
Strauss Brother & Co’ untuk wilayah West Coast. Dalam waktu singkat, usahanya
tumbuh pesat. Levi pun mengubah nama perusahaannya menjadi Levi Strauss &
Co.
Sekitar tahun 1872, salah seorang pelanggan Levi yang
bernama Jacob Davis mengiriminya surat. Isinya berupa tawaran kerjasama untuk
mengembangkan celana yang sedang ia buat.
Celana ini terbilang unik, karena dilengkapi dengan rivet
pada persimpangan jahitan dan saku. Keberadaan rivet membuat celana ini begitu
kuat dan tidak mudah robek. Cocok bagi para penambang emas dan koboi yang hidup
di masa itu.
Dalam e-book Jacob Davis: His Life and Contributions,
dijelaskan jika tawaran kerja sama ini dilatarbelakangi Davis yang kekurangan
dana. Minimnya dana menyulitkan Davis untuk mematenkannya.
Padahal para tukang jahit saingannya di Nevada mulai
ikut-ikutan membuat celana yang dilengkapi dengan rivet. Oleh karena itu
mematenkan rivet jeans menjadi kebutuhan yang amat mendesak.
Dalam surat tersebut Davis juga menuliskan keberhasilannya
menjual ribuan celana jeans yang dipatok sebesar $3, harga yang terbilang
premium di masa itu, dalam tempo delapan bulan .
Tawaran ini jelas disambut hangat oleh Levi, mengingat
potensinya yang begitu besar. Setelah melengkapi administrasi dan biaya
pendaftaran, skhirnya pada tanggal 20 Mei 1873 Levi dan Davis berhasil
mendapatkan paten dari U.S. Patent and Trademark Office dengan nomor 39.121
untuk penemuan 'rivet' blue jeans.
Celana jeans pertama yang mereka produksi disebut sebagai
‘waist overalls’. Celana ini dilengkapi dengan kantung pengamanan, tombol
suspender, rivet di selangkangan, dan satu saku belakang dengan jahitan
arcuate.
Berdasarkan e-book History of Levi’s 501 Jeans, tidak dikehui
alasan penggunaan jahitan arcuate. Pasalnya sejarah lengkap mengenai jeans hilang
akibat gempa bumi dan kebakaran hebat pada tahun 1906. Diperkirakan model
jahitan ini sudah menjadi tradisi di masa itu meski belum ada riset lebih
lanjut mengenai hal ini.
Celana jeans pertama yang diproduksi menggunakan dua jenis
kain yaitu cotton duck dan denim. Seiring berjalannya waktu, penggunaan kain
denim lebih dominan karena dipandang lebih cocok sebagai pakaian kerja, nyaman,
dan memiliki daya tahan yang kuat.
Untuk memastikan kelangsungan produksi, Levi Strauss &
Co memasok kain denim langsung dari perusahaan manufaktur Amoskeag di
Manchester, New Hampshire di East Coast Amerika Serikat. Di mana lokasi ini
merupakan tempat produksi tekstil pertama di negeri Paman Sam.
Dalam perjalanannya, celana jeans mengalami perubahan
desain, terutama penambahan saku belakang menjadi dua, pada tahun 1901.
Perubahan ini tidak bisa dilepaskan dari permintaan pasar dan perubahan tren.
Selain itu nama ‘waist overalls’ juga turut berubah menjadi ‘overalls’.
Video sejarah jeans dari Levi Strauss & Co.
Jika kamu belum puas dengan artikel di atas, kamu bisa
menyaksikan video singkat mengenai sejarah jeans bersama Tracey Panek dari Levi
Strauss & Co berikut ini.
Suka dengan artikel di atas? Baca juga artikel menarik seputar sejarah dan ragam atau artikel lain dari raSains.
Sumber gambar sampul: Marco Verch




EmoticonEmoticon