raSains.com - Jupiter adalah planet terbesar di Tata Surya. Ukurannya saja
mencapai 1.300 kali lipat Bumi. Pantas sekiranya planet ini mendapatkan nama
pemimpin para dewa dalam mitologi Romawi; Jupiter.
Sebagai planet terbesar di Tata Surya, Jupiter menyimpan
sejumlah fakta menarik yang tidak dimiliki planet lainnya. Paling tidak ada 14 fakta menakjubkan yang dimiliki planet berjuluk planet merah ini. Apa saja itu?
Pertama kali diamati oleh Galileo
![]() |
| Credit: Justus Sustermans |
Jupiter pertama kali diamati oleh astronom Galilei Galileo
pada tahun 1610. Ia berhasil mengungkap keberadaan planet terbesar di Tata
Surya kita beserta empat satelitnya yaitu Callisto, Ganymede, Lo, dan Europa. Keempat
satelit tersebut kini dikenal sebagai Bulan Galilea (Galilean Moons).
Temuan ini secara tidak langsung mendukung teori yang
dikemukakan oleh Nicolai Copernicus. Menurut Copernicus, matahari adalah pusat Tata
Surya bukan Bumi. Pandangan ini jelas bertolak belakang dengan gereja dan
masyarakat Eropa di masa itu.
Miniatur galaksi
![]() |
| Credit: Jared Smith |
Planet Jupiter dan satelitnya dapat disebut sebagai miniatur
galaksi. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari ukurannya yang luar biasa besar dan gravitasinya yang sangat kuat. Berkat itu, planet merah ini berhasil menarik berbagai
benda luar angkasa, seperti asteroid, dan puluhan satelit. Mirip dengan
matahari yang menarik planet-planet untuk mengelilinginya.
Lebih menyerupai bintang dibanding planet
![]() |
| Credit: NASA |
Meski diakui sebagai planet, Jupiter sebenarnya lebih menyerupai bintang. Di mana sebagian besar komposisinya terdiri atas gas,
bukan batuan layaknya Bumi dan Mars. Menurut para Ilmuwan, jika ukuran planet ini
delapan puluh kali lebih besar, maka Jupiter akan menjadi sebuah bintang.
Meski sebagian besar planet ini terdiri atas gas, namun massa Jupiter sendiri sangatlah berat. Massanya mencapai 1.8986 × 1027 kilogram. Lebih kurang seperseribu massa matahari, atau tiga ratus kali massa Bumi!
Meski sebagian besar planet ini terdiri atas gas, namun massa Jupiter sendiri sangatlah berat. Massanya mencapai 1.8986 × 1027 kilogram. Lebih kurang seperseribu massa matahari, atau tiga ratus kali massa Bumi!
Punya cincin meski samar
![]() |
| Credit: Kevin GIll |
Saturnus bukanlah satu-satunya planet yang memiliki cincin.
Karena Jupiter juga memilikinya, meski samar. Saking samarnya, para ilmuwan di
Bumi tidak berhasil mendeteksi keberadaannya hingga tahun 1979.
Di tahun itu pesawat luar angkasa Voyage One NASA secara
tidak sengaja menemukan tiga cincin tipis di sekitar ekuator Jupiter. Cincin pertamanya memiliki tebal sekitar 30 kilometer dengan lebar hingga 6.000
kilometer.
Cincin kedua yang disebut Halo, letaknya tidak jauh
dari lapisan atmosfer paling luar Jupiter dengan ketebalan lebih kurang 20.000
kilometer. Dekatnya Halo dengan atmosfer membuat pengembangan cincin ini terpengaruh gaya gravitasi Jupiter.
Cincin yang terakhir dikenal sebagai Gossamer Ring karena
wujudnya yang transparan. Sebagian besar isinya berupa debu mikroskopis yang
kecilnya sama dengan partikel asap rokok, dan sisanya berupa pecahan satelit
Adrastea, Thebe, dan Amalthea
Planet yang memiliki satelit terbanyak dan terbesar
![]() |
| Credit: Kevin GIll |
Jika Bumi hanya memiliki satu satelit yaitu bulan, maka berapa yang dimiliki Jupiter? Cukup banyak, mencapai 67 satelit.
Empat di antaranya memiliki ukuran sangat besar. Urutan pertama ditempati
Satelit Ganymede dengan diameter mencapai 5.200 kilometer, lebih besar sedikit
dibanding Merkurius.
Berkat ukurannya yang fantastis, Ganymede dinobatkan sebagai
satelit terbesar di Tata Surya kita. Satelit yang kedua yaitu Callisto. Diameternya mencapai 4.800 kilometer dan
terbuat dari batu dan es.
Selanjutnya yaitu Satelit Lo dengan diameter 3.600 kilometer.
Nama satelit ini berasal dari seorang pendeta wanita yang juga kekasih Zeus.
Uniknya, Lo memiliki empat ratus gunung berapi aktif.
Satelit terakhir yaitu Europa. Satelit ini sudah berumur 4,5
juta tahun atau setua Jupiter. Permukaannya sendiri ditutupi es beku, dan para
ilmuwan memperkirakan ada laut di bawahnya. Diameternya sendiri mencapai 3.100
kilometer.
Satelit Callisto dan sejumlah fakta menarik yang menyertainya
![]() |
| Credit: Wikipedia |
Setiap satelit Jupiter memiliki ciri khasnya masing-masing.
Namun hanya Callisto yang memiliki ukuran yang hampir sama dengan Merkurius.
Meski bobotnya jauh lebih ringan, cuma sepertiganya saja.
Karena itu pada tahun 2003, NASA pernah membuat program penelitian
yang dikenal sebagai Human Outer Planets
Exploration (HOPE). Tujuan program ini yaitu untuk menyelidiki kemungkinan manusia
membuat koloni di luar angkasa. Di mana Satelit Callisto dipertimbangkan sebagai
salah satu tempat yang cocok.
Rotasi paling singkat
![]() |
| Credit: European Southern Observatory |
Planet jupiter mempunyai hari yang paling pendek dibanding planet lain di Tata Surya. Penyebabnya karena rotasi Jupiter yang begitu cepat. Kecepatan rotasinya
mencapai 50.000 kilometer per jam atau lima puluh kali lebih cepat dibanding
Bumi.
Ini membuat satu hari di sana berlangsung kurang dari sepuluh jam!
Misalnya di daerah kutub, satu hari sama dengan 9 jam 56 menit. Sedangkan di
daerah khatulistiwa hanya berlangsung selama 9 jam 30 menit saja. Sangat cepat
kan!
Efek dari cepatnya rotasi membuat bentuk planet ini berbeda dengan
Bumi. Di mana bagian kutubnya menjadi datar, sedangkan daerah khatulistiwa
malah menjadi cembung.
Bintik merah raksasa
![]() |
| Credit: NASA |
Salah satu ciri khas dari Planet Jupiter adalah adanya
bintik merah raksasa. Bintik ini bukanlah sebuah kawah, melainkan badai raksasa
yang tidak pernah berhenti. Kapan badai ini bermula masih menjadi sebuah
misteri. Meski sejumlah ilmuwan menduga badai ini dimulai sejak tahun 1665.
Hal yang paling menakjubkan dari bintik merah raksasa ini
adalah ukurannya yang luar biasa besar. Diameternya tercatat 24–40.000 km ×
12–14.000 km atau kira-kira tiga kali lipat ukuran Bumi.
Selain bintik merah, terdapat juga bintik putih dan cokelat dengan ukuran yang lebih kecil.
Bintik berwarna putih adalah kumpulan awan dingin, sedangkan bintik cokelat
adalah kumpulan awan bersuhu lebih hangat.
Kemungkinan kehidupan di Planet Jupiter
![]() |
| Credit: mcscrooge54 |
Sebagai raksasa gas, kamu pasti bertanya-tanya, “apakah ada kemungkinan kehidupan di sini?” Jawabannya ada, meski berupa kehidupan sederhana berbasis air. Hal ini berdasarkan percobaan Miller – Urey di tahun 1953. Hasil
percobaan menunjukan jika kombinasi petir dengan atmosfer purba dapat
menciptakan senyawa organik.
Sayangnya kemungkinan kehidupan
yang lebih kompleks sangatlah kecil. Malahan,
kemungkinan kehidupan di satelit Callisto jauh lebih tinggi dibanding Planet Jupiter. Mengingat adanya dugaan samudera di bawahnya.
Atmosfer yang sangat berbahaya
![]() |
| Credit: Kevin Gill |
Sebagai raksasa gas, komposisi atmosfer Jupiter didominasi
hidrogen sebanyak 89,2 persen, 10,2 persen helium, dan sisanya adalah metana,
air, dan amonia. Sedangkan bentangan atmosfernya mencapai 5.000 kilometer dari permukaan planet.
Sebagai planet gas, dasar Jupiter diukur dari bagian yang memiliki tekanan paling kuat, sekitar sepuluh kali lipat tekanan Bumi. Dengan keadaan atmosfer semacam ini, kemungkinan manusia membuat koloni di sana mendekati nol persen.
Memiliki medan magnet paling kuat
![]() |
| Credit: NASA |
Medan magnet di Planet Jupiter adalah yang paling kuat.
Kekuatannya empat belas kali lipat dibanding medan magnet Bumi. Diperkirakan
medan magnet ini dihasilkan dari arus Eddy yang terdapat pada inti hidrogen
metalik cair. Kuatnya medan magnet Jupiter bahkan dapat merusak pelindung wahana antariksa
NASA yang paling kuat, misalnya Galileo probe.
Memancarkan radio yang sangat kuat
![]() |
| Credit: Luke Jones |
Magnetosfer atau selubung medan magnet Jupiter membuat
wilayah kutubnya memancarkan gelombang radio yang sangat kuat, bahkan melebihi
yang dipancarkan matahari. Saking kuatnya, gelombang radio ini pernah dikira berasal
dari alien.
Untungnya kegemparan ini tidak berlanjut, setelah para
ilmuwan berhasil mengungkap asal muasal gelombang radio tersebut. Keunikan gelombang radio Jupiter membuat NASA membuat proyek Radio JOVE.
Proyek ini memungkinkan para astronom amatir, dan para mahasiswa dapat mendengarkan 'suara' eksotis dari Jupiter.
Pelindung semua planet di Tata Surya
![]() |
| Credit: Kristian Fagerstrom |
Sebagai planet dengan ukuran raksasa dan gravitasi yang
sangat kuat, Jupiter kerap menjadi ‘sasaran empuk’ tabrakan komet. Berkat itu,
planet merah ini sempat dijuluki Pembersih Tata Surya. Meski kini julukan
tersebut menjadi perdebatan di kalangan astronom.
Pasalnya sebagian astronom menganggap Jupiter sebagai biang
keladi yang menarik komet dari Sabuk Kuiper ke Bumi. Namun sebagian lainnya,
mempercayai jika raksasa gas ini melindungi Bumi dari Awan Ort.
Mitologi Jupiter dari seluruh dunia
![]() |
| Credit: Jeffrey |
Jupiter telah dikenal oleh orang-orang sejak jaman dulu. Bahkan
sejumlah kebudayaan memiliki mitologi mengenai planet ini. Misalnya saja
orang-orang Babilonia kuno menganggap Jupiter sebagai representasi Dewa Marduk.
Sama halnya dengan orang Romawi yang menamainya dengan
pemimpin para dewa, Jupiter. Sedangkan
dalam Hindu, planet ini disebut sebagai Brihaspati, guru semua dewa. Berbeda
dengan penduduk Cina, Korea, dan Jepang. Di mana mereka mengganggap Jupiter
sebagai unsur kayu dari lima unsur filsafat Cina.
****
Itulah empat belas fakta menarik seputar Jupiter. Di masa
depan daftar ini bisa saja bertambah, karena masih banyak misteri yang menyelubungi planet merah ini.
Suka dengan artikel di atas? Baca juga artikel menarik
seputar antariksa dan alam semesta atau artikel lain dari raSains.
Sumber gambar sampul: Thomas Hawk















EmoticonEmoticon