raSains.com - Apa jadinya jika seseorang makan daging manusia alias kanibal? Apakah ada dampaknya bagi mereka?
Pertanyaan ini jarang sekali diulas. Padahal di balik praktik mengerikan tersebut, tersimpan rahasia besar, yakni kamu bisa mati jika mengonsumsi daging manusia!
Kisah suku kanibal di
Papua Nugini
Kasus kematian akibat kanibalisme datang dari Suku Fore yang
mendiami pegunungan timur Papua Nugini. Pada mulanya, tidak ada yang menyangka
jika ada manusia yang tinggal di wilayah ini. Hingga di tahun 1930, sekelompok
pencari emas Australia berkunjung ke sana.
Berdasarkan NPR, mereka menemukan satu juta penduduk yang terbagi
ke dalam berbagai suku tinggal di sana. Jumlah yang sangat banyak untuk ukuran
daerah yang terisolasi. Dua puluh tahun kemudian, para peneliti berkunjung
kemari.
Mereka tertarik terhadap kehidupan masyarakat setempat.
Namun apa yang mereka temukan membuat mereka terhenyak. Para peneliti tersebut
menemukan fakta jika dua ratus anggota Suku Fore tewas setiap tahunnya akibat
penyakit misterius.
Masyarakat setempat menyebut penyakit itu dengan Kuru yang
berarti gemetar atau mengigil. Mereka menganggap penyakit ini berasal dari ilmu
hitam. Karena saking aneh dan tidak masuk akalnya penyakit tersebut.
Pada fase awal, pengidap Kuru akan kesusahan berjalan.
Seiring waktu kelumpuhan menjalar ke seluruh tubuh. Kemudian emosi mereka
perlahan ikut lenyap. Dalam tempo satu tahun, penderita penyakit ini akan
tewas!
Hal yang lebih mengerikan ialah sebagian besar penderitanya
adalah wanita dewasa dan anak-anak. Banyaknya kematian akibat penyakit Kuru membuat
masyarakat di sana berada di ambang kepunahan. Pasalnya perbandingan pria dan
wanita mencapai 3:1.
Penyakit kuru adalah efek kanibalisme
Pada mulanya para peneliti yang datang percaya, jika
penyakit Kuru berasal dari genetik. Namun di tahun 1961, jawaban pasti mengenai
asal muasal penyakit Kuru terpecahkan oleh Shirley Lindenbaum, seorang
antropolog medis.
Pada mulanya Lindenbaum merasa heran, kenapa korban penyakit
misterius ini berasal dari satu kelompok, namun tidak berasal dari satu
keturunan yang sama. Hal ini membuat penyelidikannya mengarah pada praktik pemakaman
Suku Fore.
Suku ini tidak melakukan pemakaman seperti pada umumnya.
Dibanding mengubur anggota keluarga yang meninggal, mereka memilih untuk
memakannya. Menurut kepercayaan setempat, praktik ini adalah bentuk dari rasa
cinta sekaligus proses mengambil alih kemampuan orang yang meninggal.
Ritual kematian suku Fore dimulai dengan proses berduka
selama dua hingga tiga hari. Setelah itu, mayat anggota yang meninggal akan
dipotong dan dimasak dengan berhati-hati. Setelah semua proses terlewati,
barulah mereka menyantap daging manusia.
Para pria akan memakan daging, sedangkan wanita mengonsumsi
otak. Padahal bagian otak adalah yang paling berbahaya. Karena yang mengandung
paling banyak prion, pembawa penyakit Kuru.
Tidak mengherankan jika mayoritas penderita Kuru adalah wanita.
Dikutip dari Wikipedia, penyakit Kuru memiliki kemiripan
dengan penyakit sapi gila atau Bovine
Spongiform Encephalopathy. Cara penularannya juga mirip, yakni dengan mengonsumsi
jaringan yang telah terinfeksi.
Bedanya, pada sapi gila jaringan yang terinfeksi terletak
pada otak dan jaringan tulang belakang. Sedangkan penyakit Kuru adalah otak
yang terinfeksi prion, pembawa penyakit yang berbentuk protein. Prion ini akan
menginfeksi saraf dan otak yang dalam jangka panjang akan mengakibatkan
kelumpuhan dan kematian.
Penyakit lain yang disebabkan oleh prion yaitu Creutzfeldt-Jakob (CJD, Sindrom Gerstmann-Sträussler-Scheinker (GSS),
dan Srcapie.
Evolusi manusia dan kanibalisme
Sejumlah ilmuwan percaya jika praktik kanibalisme
berhubungan dengan evolusi manusia. Seperti dikutip dari Scienceline, pada
tahun 2003, para peneliti dari University College London mempublikasikan
penelitian mereka mengenai genetika anggota Suku Fore yang selamat dari
penyakit Kuru.
Laporan yang dimuat di jurnal Science tersebut berhasil menggegerkan dunia. Pasalnya para
peneliti mengungkapkan jika praktik kanibalisme adalah hal yang lumrah di masa
lalu, dan merupakan bagian dari seleksi alam.
Dengan kata lain, mereka yang bertahan hidup adalah
orang-orang yang bisa beradaptasi dengan particular prion protein (PRNP). Sayangnya tiga tahun kemudian,
studi ini dibantah oleh para peneliti dari Pompeu Fabra Univeristy.
Dalam laporan yang dimuat di jurnal Genome Research, kanibalisme tidak ada kaitannya dengan seleksi
alam. Penelitian ini juga mengungkapkan jika data yang dimuat di jurnal Science cenderung bias.
Kanibalisme sendiri berulangkali diangkat ke dalam novel dan
film. Baik yang berasal dari imajinasi maupun dari kisah nyata. Salah satu film
yang bercerita tentang kanibalisme adalah Alive.
Film ini berkisah mengenai tim rugby asal Uruguay yang
mengalami kecelakaan pesawat, dan terdampar di pegunungan Andes. Tanpa ada
pertolongan dan makanan selama 72 hari. Akhirnya orang yang selamat terpaksa
memakan mayat temannya untuk bertahan hidup.
Selain Alive,
masih ada juga karya lain yang mengangkat kanibalisme seperti The Hill
Have Eyes, dan The Silence of The Lambs.
Karya-karya tersebut lebih banyak mengekspos perilaku kanibal namun tidak
memuat bagaimana dampaknya.
Begitu juga dengan artikel yang mengupas tragedi kanibalisme akibat bencana
kelaparan. Misalnya seperti yang terjadi di Cina di bawah kepemimpinan Mao Tse Tung, dan di sejumlah wilayah Korea Utara. Di mana orang-orang terpaksa memakan mayat untuk bertahan hidup.
Padahal tragedi ini tidak berhenti di sana, karena setelah bencana
teratasi, penyakit akibat kanibalisme membayangi. Apapun alasannya, tidak ada
orang yang bisa memakan sesamanya tanpa terbebas dari resiko akan kematian.
Sumber gambar sampul: Jennifer rouse
Video sains seputar kanibalisme yang harus kamu tonton
Video kartun garapan Life Loggin ini akan mengupas mengenai efek dari makan otak manusia yang terjadi pada Suku Fore di Papua Nugini.
Suka dengan artikel di atas? Baca juga artikel menarik seputar sains atau artikel lain dari raSains.
Sumber gambar sampul: Jennifer rouse



3 komentar
Write komentarnice share bro, menarik banget
ReplyKaga kebayang dah rasanya..haha..tanya sama Sumanto aja ntar..haha
Replysangat mengerikan sekali postingan tentang kanibal ini
ReplyEmoticonEmoticon