raSains.com - Terlahir sebagai penyandang disabilitas bukanlah hambatan
bagi seseorang untuk meraih kesuksesan. Pernyataan ini bukan sekedar kata-kata
manis dalam sebuah kisah inspiratif. Sejarah telah membuktikannya sendiri, jika
para penyandang disabilitas juga mampu membawa perubahan.
Dalam bidang fisika, kamu bisa menemukan sejumlah ilmuwan yang
memiliki keterbatasan fisik maupun psikis yang berhasil mengubah dunia melalui
penemuan mereka. Nama-nama fisikawan tersebut pasti sering kamu dengar. Namun apakah kamu tahu jika para ilmuwan tersebut ternyata penyandang disabilitas?
Albert Einstein
![]() |
| Credit: Dominik Bartsch |
Siapa yang tidak tahu fisikawan kondang asal Jerman ini? Ia
adalah penemu teori relativitas dan dikenal sebagai orang paling cerdas di dunia.
Namanya bahkan identik dengan kata jenius. Singkatnya ia adalah orang yang luar
biasa.
Namun tahukah kamu jika Einstein ternyata mengidap
disleksia? Disleksia merupakan masalah mental yang biasa melanda anak-anak usia
tujuh hingga delapan tahun. Para penderita akan mengalami kesulitan dalam
belajar dan berbicara.
Akibat penyakit ini, ia baru bisa berbicara saat menginjak
usia tiga tahun dan masih kesulitan belajar kata baru hingga berumur tujuh
tahun. Melihat hal ini, para guru di sekolahnya memprediksi jika masa depan
Einstein bakal suram.
Apakah cuma itu masalah mental yang diderita Einstein? Ternyata
tidak. Setelah Einstein meninggal, para peneliti asal Cambridge University dan
Oxford University menemukan jika fisikawan ini mengidap autisme, khususnya
sindrom asperger (asperger syndrome).
Ciri-ciri penderita sindrom asperger yaitu mengalami masalah
komunikasi dengan lingkungannnya. Diduga penyakit ini timbuk akibat hasrat
Einstein akan sains yang begitu besar.
Dr. Glen Elliot, psikiater asal California University, menjelaskan
soal hubungan autisme dengan kejeniusan seseorang. “Perasaan tidak sabar atas
lambannya intelektual orang lain dan narsisme yang ada di dalam dirinya,
mendorong orang jenius untuk menutup diri.”
Sir Isaac Newton
![]() |
| Credit: Oregon Department of Transportation |
Isaac Newton penyandang disabilitas? Ya, mungkin kamu baru
mendengar hal ini. Namun berdasarkan biografinya, Newton mengalami sindrom
asperger yang juga dialami Einstein, serta tidak bisa berkomunikasi dengan baik
alias gagap.
Soal gagap, Newton benar-benar menyadari hal ini. Misalnya
ketika ia diminta berbicara di gedung parlemen, Newton meminta salah satu
anggota parlemen untuk menutup jendela. Agar suaranya yang gagap tidak didengar oleh orang yang
lewat.
Lalu apakah keterbatasan Newton membelenggu dirinya? Tentu
saja tidak. Buktinya ia berhasil menemukan teori gravitasi dan tiga hukum gerak
Newton, serta merilis buku berjudul Philosophiæ
Naturalis Principia Mathematica yang disebut-sebut sebagai buku paling
berpengaruh dalam sejarah sains modern.
Thomas Alva Edison
![]() |
| Credit: Shinya Suzuki |
Apa yang kamu bayangkan ketika mendengar namanya? Pasti
lampu bohlam. Thomas Edison memang sangat dikenal berkat penemuannya tersebut.
Kisah penemuan lampu bohlam juga masih dikenang hingga hari
ini. Bagaimana pria yang dijuluki ‘Penyihir Meslo Park’ ini harus rela gagal
ratusan kali sebelum ia berhasil menemukan lampu bohlam.
Selain lampu, ia juga berhasil menemukan fonograf, proyektor,
dan berbagai penemuan hebat lain. Sampai akhir hayatnya, ia berhasil mematenkan
1093 penemuan. Jumlah yang luar biasa kan? Pantas orang ini diakui sebagai
penemu terhebat dalam sejarah Amerika Serikat.
Namun jangan bayangkan jika perjalanan hidupnya semulus yang
kamu kira. Sejak kecil, ia mengalami disabilitas belajar (learning disabilities) yang membuatnya baru bisa membaca pada usia dua belas tahun.
Tidak cuma itu, Thomas Edison ternyata juga mengalami masalah
pendengaran. Bukan tuli, tapi hanya kesulitan mendengar saja. Penyebabnya karena
infeksi telinga tengah yang tidak terobati ditambah demam scarlet.
Pada akhirnya keterbatasannya bukan sebuah kendala. Ia berhasil mengatasi semua itu dan diakui sebagai salah satu penemu terhebat yang pernah ada.
Stephen Hawking
![]() |
| Credit: Jeremy Brooks |
Bagi kamu yang pernah menonton film “Theory of Everything”, tentu tahu betul bagaimana kisah hidupnya. Dimulai
ketika ia berusia 21 tahun, Hawking terserang penyakit neurodegeneratif yang
dikenal sebagai amyotrophic lateral sclerosis (ALS).
Penyakit ini menyebabkan seluruh tubuhnya hampir lumpuh. Ia
cuma bisa menggerakan mata dan jarinya saja. Bahkan dokter yang memeriksanya
pernah memvonis jika Hawking hanya dapat bertahan dua hingga tiga tahun saja.
Sayangnya prediksi sang dokter meleset jauh. Hawking masih
hidup sampai sekarang. Ia bahkan menemukan teori mengenai lubang hitam dan
kosmologi yang memadukan teori relativitas dan mekanika kuantum.
****
Itulah empat fisikawan hebat yang bisa membawa perubahan
meski memiliki keterbatasan fisik dan psikis. Bagaimana dengan kamu? Apakah
kamu bakal mengikuti jejak mereka untuk mengubah dunia?
Suka dengan artikel di atas? Baca juga artikel menarik seputar sains atau artikel lain dari raSains.
Sumber gambar sampul: Guihelme Yagui
Suka dengan artikel di atas? Baca juga artikel menarik seputar sains atau artikel lain dari raSains.
Sumber gambar sampul: Guihelme Yagui





2 komentar
Write komentarMantap gan artikelnya menginspirasi
ReplyEnstein... <3
ReplyEmoticonEmoticon