raSains.com - Apakah kamu percaya keberadaan alien? Pertanyaan ini
masih menjadi topik yang enak dibahas di internet. Pasalnya teknologi
penjelajah antariksa yang masih terbatas, membuat kita belum bisa menemukan keberadaan
mereka.
Meski begitu, para ilmuwan telah berhasil menemukan sejumlah
‘bukti’ kemungkinan keberadaan makhluk luar angkasa. Bukti-bukti tersebut
berasal dari temuan ilmiah dan ‘oleh-oleh’ sejumlah misi luar angkasa. Apa saja
bukti tersebut?
1. Ada air di Planet Mars
![]() |
| Sumber gambar: Pixabay |
Potensi keberadaan makhluk luar angkasa di Planet Mars
sering menjadi obrolan panas, baik di kalangan ilmuwan maupun warganet. Salah
satu penyebabnya ialah adanya air di planet merah tersebut.
Berdasarkan artikel yang dipublikasikan di situs NASA,
diperkirakan 4,3 miliar tahun yang lalu Mars memiliki air dalam jumlah yang
banyak. Jumlahnya bahkan melebihi Samudera Artik. Fakta ini didapatkan setelah
para ilmuwan kandungan air di atmosfer Mars menggunakan pengamatan darat.
“Studi kami dapat memperkirakan berapa jumlah air yang ada
dengan mengukur banyaknya air yang menguap ke angkasa,” kata Geronimo
Villanueva, ilmuwan yang bekerja di NASA’s
Goddard Space Flight Center.
Diperkirakan hampir separuh belahan utara planet tersebut
tertutup air pada jaman dahulu. Di mana kedalamannya bervariasi, mulai dari 137
meter hingga 1,6 kilometer.
Penelitian lain yang dilakukan di European Southern Observatory’s Very Large Telescope dan W.M. Keck Observatory and NASA Infrared
Telescope Facility berhasil menemukan sejumlah fakta menarik perihal laut
purba tersebut.
Dengan meneliti jejak kimia dari dua bentuk air di Mars, H2O
dan HDO, lalu membandingkan rasionya dengan meteorit yang berasal dari 4,5
miliar tahun silam, para peneliti berhasil melacak perubahan iklim dan cuaca di
planet tersebut.
Tidak hanya itu, para peneliti juga berhasil memperkirakan
volume air di Northern Plains yang mencapai 20 juta kilometer kubik. Dengan
luas cakupan mencapai 19 persen Planet Mars.
“Dengan Mars kehilangan banyak air, planet ini mungkin basah
jauh lebih lama dibanding yang kita duga sebelumnya, menunjukan (Mars) telah
dihuni lebih lama,” kata Michael Mumma, ilmuwan senior di NASA’s Goddard Space Flight Center.
2. Ada miliaran planet di alam semesta
![]() |
| Sumber gambar: Pixabay |
Tidak ada yang tahu pasti berapa jumlah planet yang ada di
alam semesta. Bayangkan, menurut para astronom galaksi Bima Sakti memiliki
paling sedikitnya seratus miliar planet berbagai ukuran. Dengan jumlah sebanyak
itu, kemungkinan adanya planet yang memiliki kehidupan amatlah tinggi.
Belum lagi ditambah potensi yang ada di galaksi lain. Di
mana jumlahnya mencapai 200 miliar galaksi, dan bakal bertambah seiring
berkembangnya teknologi antariksa. Dengan kata lain kemungkinan adanya alien
masih terbuka lebar.
Sampai saat ini, para ilmuwan telah berhasil
mengidentifikasi sejumlah planet yang mampu menopang kehidupan di luar Bumi. Misalnya
saja Proxima b yang ada di bintang Proxima Centauri yang ditemukan tahun 2016.
Planet bermassa 1,3 kali Bumi ini berada di zona yang
menyokong kehidupan, dan diperkirakan memiliki air. ‘Bumi kedua’ ini berjarak
4,2 juta tahun cahaya atau 70.000 tahun perjalanan dengan teknologi saat ini.
Proxima b adalah contoh kecil dari kemungkinan adanya planet
yang dapat didiami makhluk hidup. Di sisi lain, pencarian planet yang didiami makhluk
hidup tidak berhenti sampai di sini. Pada pertengahan tahun 2017 lalu, NASA
mengumumkan sepuluh ‘Bumi kedua’ yang ditemukan melalui teleskop luar angkasa
Kepler.
Di mana sepuluh planet tersebut mengorbit ke matahari dalam
zona layak huni (habitable zone).
Secara teori, planet yang ada di zona ini memiliki temperatur yang mendukung
adanya air dan kehidupan, sama seperti yang dimiliki Bumi.
“Apakah kita sendiri? Mungkin (teleskop luar angkasa) Kepler,
hari ini, mengatakan kepada kita meski secara tidak langsung, walau dibutuhkan
konfirmasi, jika mungkin kita tidak sendirian,” kata Mario Perez, ilmuwan
Kepler, seperti dikutip dari Aljazeera.
3. Tidak banyak planet layak huni di Galaksi Bima Sakti
![]() |
| Sumber gambar: Pixabay |
Kenapa kita tidak pernah berkomunikasi dengan alien? Ada dua
kemungkinan. Pertama disebabkan teknologi, dan yang kedua karena Galaksi Bima
Sakti tidak termasuk galaksi yang layak huni. Karena tidak layak huni itulah
kemungkinan manusia berkomunikasi dengan makhluk asing amatlah kecil.
Menurut Anupam Mazumdar, ahli kosmologi partikel dari Lancaster University, ada tiga syarat
sebuah galaksi disebut layak huni. Pertama adalah total massa yang merupakan
representasi dari banyaknya planet layak huni.
Kriteria kedua ialah jumlah massa ‘logam’ untuk membentuk
planet seperti Bumi. Terakhir yaitu tingkat pembentukan bintang yang sedang
berlangsung. Di mana tingkat pembentukan yang tinggi meningkatkan kemungkinan bintang
layak huni berdekatan dengan bintang raksasa yang pada akhirnya ikut mati saat
supernova.
Mazmumdar dan timnya telah meneliti 1.800 dari 140.000
galaksi yang diamati astronom menggunakan Apache
Point Observatory di New Mexico. Dari jumlah itu ditemukan dua ratus
galaksi yang masuk ke dalam kriteria layak huni. Jumlah ini tentu bisa
bertambah seiring banyaknya galaksi yagn selesai diamati.
4. Persamaan Drake
![]() |
| Credit: Raphael Perrino |
Berapa banyak peradaban ekstraterrestrial yang ada di
galaksi kita? Teknologi manusia yang terbatas belum memungkinkan kita menjawab
pertanyaan tersebut. Tapi bukan berarti kita tidak bisa memperkirakannya.
Frank Drake, Professor Emeritus dalam bidang Astronomi dan
Astrofisika di University of California,
mengajukan persamaan untuk menghitung jumlah peradaban makhluk asing di Galaksi
Bima Sakti. Persamaan tersebut dikenal dengan nama Persamaan Drake, ada juga
yang menyebutnya sebagai sebagai rumus Green Bank atau persamaan Green Bank.
Bunyi rumus persamaan Drake yaitu:
N= R∗. fp . ne. fl. . fi.. fc.. L
Di mana:
N =
Jumlah peradaban ekstraterrestrial di Galaksi Bima Sakti
R∗ = Rata-rata pembentukan bintang (10
bintang / tahun)
fp = Pecahan
bintang yang akan menjadi planet (0,5)
ne = Jumlah planet yang mendukung kehidupan per bintang (2
planet)
fl = Pecahan
planet yang bisa mengembangkan kehidupan (1)
fi = Pecahan
planet yang mendukung kehidupan cerdas (0,01)
fc = Pecahan peradaban yang mengembangkan teknologi untuk
mengirimkan tanda komunikasi ke luar angkasa
(0,01)
L = Lama waktu setiap peradaban untuk mengirimkan
tanda komunikasi (10.000 tahun)
Maka N = 10 × 0.5 × 2 × 1 × 0.01 × 0.01 × 10,000 = 10
Sayangnya persamaan ini tidaklah sempurna. Ada dua kritik
yang dilayangkan kepada teori Frank Drake ini. Kritik pertama yaitu persamaan
ini didasarkan pada rekaan, sehingga penarikan kesimpulan menjadi kurang valid.
Sedangkan kritik yang kedua seputar pernyataan kemunculan
dan kematian peradaban asing mengikuti tata surya yang menutup kemungkinan
adanya kolonisasi antar bintang memanfaatkan pesawat UFO (unidentified flying object) yang bisa saja dilakukan alien.
5. Kehidupan di Bumi berasal dari luar angkasa
![]() |
| Credit: mcscrooge54 |
Dari mana kehidupan di Bumi berasal? Selama bertahun-tahun
para ilmuwan biologi berdebat mengenai misteri asal muasal kehidupan. Sebagian
meyakini terra firma (berasal dari
planet Bumi), lainnya percaya kalau kehidupan di sini berasal dari luar
angkasa.
Potensi asal kehidupan dari luar Bumi memang masih terbuka
lebar. Mengingat masih banyak misteri luar angkasa yang belum terpecahkan.
Salah satu ilmuwan yang memiliki gagasan serius soal ini ialah Chandra
Wickramasinghe. Di mana pada tahun 1974, ia mengajukan argumen jika sebagian
debu luar angkasa mengandung karbon, dan memiliki potensi melahirkan organisme.
Gagasan ini makin kuat seiring penemuan bukti baru. Misalnya
pada tahun 2012 lalu, sejumlah ilmuwan Denmark berhasil menemukan flycolaldehyde (penyusun RNA) yang
berada di sistem perbintangan yang berjarak empat ratus tahun cahaya dari Bumi.
Pada tahun selanjutnya, giliran molekul prebiotik cyanomethanimne ditemukan pada partikel
es di awan raksasa di gas interstellar yang berjarak 25.000 tahun cahaya. Molekul
cyanomethanimne memiliki kemampuan
untuk menghasilkan adenin yang bakal membentuk tangga DNA.
Lalu bagaimana caranya pembentuk kehidupan di atas bisa
sampai di Bumi? Misteri ini coba dijawab oleh ilmuwan Ceko dengan mengajukan
gagasan bahwa komponen organik di luar angkasa dibawa oleh meteor dan asteroid
yang jatuh ke Bumi.
Untuk menguji hal ini, Japanese
Space Agency mencoba mengekspos asam amino ke luar angkasa pada tahun 2015.
Hasilnya asam amino tersebut mampu membut blok-blok kehidupan. Di mana fakta
ini makin menguatkan gagasan Wickramasinghe mengenai asal usul kehidupan.
6. Ada mikroba di meteorit
![]() |
| Foto fosil 'bakter' yang ada di ALH84001. Sumber gambar: Wikimedia |
Kecurigaan terhadap meteor dan asteroid yang menjadi
kendaraan komponen organik dari luar angkasa makin menguat setelah ditemukannya
bakteri Mars di Allan Hills 84001 (kadang disingkat sebagai ALH84001).
ALH84001 adalah meteorit yang ditemukan Tim ilmuwan Amerika
yang tergabung dalam ANSMET project di
benua Antartika pada 27 Desember 1984. Pada mulanya penemuan ini dianggap biasa
saja oleh banyak orang.
Namun semua berubah setelah David S. McKay dari NASA
mengklaim berhasil melacak sisa jejak kehidupan dari Planet Mars di batu meteor
tersebut. Berdasarkan artikel yang dipublikasikan di jurnal Science, McKay melaporkan adanya temuan
struktur berdiameter 20-100 nanometer yang diintrepertasikan sebagai fosil bentuk
kehidupan seperti bakteri.
Penyelidikan lebih lanjut pun diteruskan. Hingga pada tahun 2009,
tim ilmuwan di Johnson Space Center, termasuk
MacKay, menyatakan keberadaan bentuk kehidupan di Allan Hills 84001 itu nyata.
Terbukti dari ditemukannya struktur yang mirip fosil di Planet Merah.
7. Ada debu bintang dalam atom kita
![]() |
| Credit: European Southern Observatory |
Tahukah kamu jika setengah atom yang ada dalam tubuh kita
berasal dari debu kosmik? Debu ini berasal dari bintang yang meledak miliaran
tahun lalu. Angin ledakan yang begitu kencang menghempaskan trilunan atom
dengan kecepatan ribuan kilometer perdetik hingga sampai ke Galaksi Bima Sakti.
Dalam wawancaranya dengan National Geographic, Karel Schrijver, astrofisikawan di Lockheed Martin Solar and Astrophysics
Laboratory, bersama dengan istrinya, Iris Schrijver, professor patologi di Stanford University, mengemukakan fakta
menarik perihal debu bintang ini.
“Kita dan semua yang ada di alam semesta berasal dari debu
bintang yang terus mengambang melewati kita hingga hari ini. Langsung
menghubungkan kita dengan alam semesta dan membangun ulang tubuh kita terus
menurus sepanjang hidup,” kata Iris.
Lalu bagaimana debu bintang bisa menjadi bagian atom di
tubuh kita? Pada mulanya debu-debu kosmik tersebut menjadi bagian awan gas yang
memadat dan mengempis. Awan gas tersebut kemudian berubah menjadi sistem tata
surya, bintang dan planet yang ‘melahirkan’ kehidupan.
8. Kehidupan bisa muncul dari masa saja
![]() |
| Sumber gambar: Pixabay |
Jika kehidupan bisa muncul dari mana saja, maka keberadaan
alien di ujung galaksi adalah hal yang mungkin. Temuan ilmiah yang mendukung
hal ini digagas oleh Jeremy England, asisten profesor di Massachusetts Institute of Technology.
England berhasil menemukan teori matematika yang diyakini
mampu menjelaskan asal usul kehidupan. Formula yang ia rumuskan didasarkan pada
konsep fisika di mana ketika sekelompok atom didorong energi eksternal, atom
tersebut biasnaya akan merestrukturasi dirinya untuk mengusir energi.
“Kamu memulainya dengan sekelompok atom yang disinari
cahaya, jika cukup lama, jangan heran jika kamu mendapatkan tumbuhan,” kata England.
Teori yang England kemukakan mendapat respon beragam dari
kalangan ilmuwan. Sebagian memujinya, lainnya mengkritik gagasannya. Salah satu
ilmuwan yang mengapresiasi temuan England yaitu Alexander Grosberg, profesor
fisika di New York University.
Grosberg mengatakan gagasan England sebagai sesuatu yang
sangat berani, sekaligus harapan baru untuk membawa prinsip-prinsip fisika
dalam menjelaskan asal usul kehidupan. Namun tanggapan berbeda datang dari Eugene
Shakhnovich, profesor kimia Harvard University. Menurutnya, apa yang
dikemukakan England cukup menjanjikan tapi kurang meyakinkan.
“Ide Jeremy sangat menarik dan menjanjikan, namun pada titik
ini bisa dibilang sangat spekulatif, apalagi diaplikasikan ke fenomena hidup,”
katanya.
Terlepas dari semua itu, apa yang digagas England berhasil
membuka cakrawala baru mengenai bukti nyata keberadaan alien di luar angkasa.
9. Ada samudera di satelit Europa
![]() |
| Credit: Kevin GIll |
Planet Jupiter memiliki banyak fakta menakjubkan, salah
satunya yaitu kemungkinan adanya kehidupan di Europa. Europa merupakan satelit
terkecil di antara Bulan Galilean. Diameternya hanya 3.100 kilometer, lebih
kecil dibanding bulan Bumi.
Walau ukurannya mungil, Europa memiliki samudera sedalam 100
kilometer di balik lapisan es yang menyelubunginya. Alasan samudera ini tidak
membeku dikarenakan panas yang dikeluarkan inti Europa. Namun apakah ada
kehidupan di dalam samudera tersebut masih menjadi misteri.
Sampai saat ini, proses eksplorasi satelit Europa tengah
dipersiapkan oleh European Space Agency (ESA).
Di mana sejak tanggal 17 Juli 2015 lalu, ESA telah menandatangani kerjasama dengan
Airbus Defense and Space untuk
menyiapkan misi JUpiter ICy moons
Explorer atau JUICE. Jika semuanya
berjalan dengan baik, misi JUICE akan diluncurkan tahun 2022, dan diperkirakan
sampai di Europa pada 2030.
Di sisi lain, NASA juga mempersiapkan misi yang Europa Clipper. Misi ini sedikit berbeda dengan ESA, karena Europa Clipper hanya mengitari satelit tersebut. Rencananya misi NASA ini juga akan diluncurkan pada tahun 2022.
10. Enceladus, bulan milik Saturnus yang punya lautan luas
![]() |
| Sumber gambar: Wikimedia |
Europa bukanlah satu-satunya satelit di Galaksi Bima Sakti
yang memiliki air. Enceladus, salah satu satelit Saturnus, juga mempunyai
lautan yang luas. Keberadaannya pertama kali dilaporkan oleh pesawat ulang alik
Cassini.
Laporan yang dimuat di jurnal Science tersebut menjelaskan
mengenai keberadaan air asin yang bercampur dengan butiran pasir yang kaya
silika, nitrogen, amonia, dan sejumlah molekul pembawa karbon.
Menariknya, Cassini juga menemukan ventilasi hidrotermal yang
bertugas memanaskan perariran dan diperkirakan menjadi sumber kehidupan mikro
metanogen untuk melangsungkan kehidupannya.
Penemuan samudera asin, sumber energi, dan senyawa organik
sederhana di Enceladus memberikan pemahaman baru kepada astrobiologi dan studi lingkungan
di luar angkasa. Tentunya temuan ilmiah ini bakal menjadi batu pijakan untuk
menemukan makhluk luar angkasa suatu saat nanti.
11. Kemungkinan ada kehidupan sederhana di satelit Titan Saturnus
![]() |
| Credit: NASA/JPL-California Institute of Tecnology |
Temuan ilmiah yang terakhir yaitu kemungkinan kehidupan di
satelit Titan. Kemungkinan ini merupakan hal yang luar biasa, mengingat Titan
memiliki atmosfer yang kaya nitrogen dan permukaannya ditutupi metana cair.
Meski lingkungan Titan begitu keras, namun hal ini tidak
menutup kemungkinan munculnya kehidupan. Kesimpulan didapatkan dari studi yang
dilakukan ilmuwan Cornell University.
Di mana mereka mengembangkan teori sel membran Azotome.
Berdasarkan laporan yang dimuat di jurnal Science Advanced, Azotome terbuat dari
nitrogen, karbon, dan hidrogen yang mana banyak ditemukan di lautan krogenik
Titan. Sel ini memiliki banyak kesamaan dengan membran fosfolopid Bumi, seperti
stabilitas yang baik, penghalang yang kuat terhadap dekomposisi, dan
fleksibilitas yang cukup.
****
Temuan-temuan ilmiah di atas membuktikan dua hal, yakni
masih banyaknya misteri luar angkasa yang belum terpecahkan dan kemungkinan
adanya kehidupan yang entah berwujud apa di ujung galaksi sana.
Namun yang pasti, misteri alien dan luar angkasa bakal
terpecahkan suatu saat nanti. Seiring kemajuan teknologi dan kemungkinan
pembuatan koloni manusia di luar angkasa.
Sumber gambar sampul: Pixabay












EmoticonEmoticon