raSains.com - Tahukah kamu, seiring bertambahnya usia, kamu perlu lebih memperhatikan kebiasaan mandi? Hal ini diungkapkan oleh Dr. Patricia Farris, seorang dermatologis, mengungkapkan produksi kelenjar minyak akan semakin berkurang seiring usia.
Akibatnya, kulit menjadi lebih mudah kering. Selain itu,
kebiasaan mandi yang salah juga berakibat buruk bagi kesehatan, misalnya pada
rambut dan kulit.
Oleh karena itu, kamu harus mulai memperhatikan kebiasaan
mandimu. Apakah ada yang perlu dirubah atau tidak. Berikut daftar kebiasaan
mandi yang perlu kamu ubah menurut para dermatologis.
1. Menyimpan shower puff atau lofaahs di kamar mandi
![]() |
| Credit: Thomas Hammer |
Mandi menggunakan shower
puff memang bikin kulit kamu lebih bersih. Namun perhatikan juga cara
menyimpannya. Pasalnya shower puff
dapat menjadi sarang bakteri.
Ini diungkapkan oleh Dr. Sejal Shah, dermotologis yang
praktik di Manhattan, New York. “Sela-sela shower
puff biasanya menjadi tempat berkumpulnya sel-sel kulit mati. Di mana bakal
menjadi rumah yang cocok bagi bakteri.”
Karena itu, pastikan untuk membersihkan dan mengeringkan shower puff sebelum mengikatnya. Hindari
menyimpan shower puff di tembok kamar
mandi atau tempat lembab lainnya. Lebih baik menyimpannya di tempat yang kering
dan bersih. Ini bertujuan agar bakteri tidak berkembang biak.
2. Keramas setiap hari
![]() |
| Credit: ktbuffy |
Benarkah keramas setiap hari itu bagus bagi kesehatan rambut? Sayangnya tidak. Andrea L. Hayden, ahli kulit kepala dan pemilik Hair Management Group, mengungkapkan keramas yang baik tidak perlu setiap hari.
Menurutnya, frekuensi keramas disesuaikan dengan jenis
rambut. Misalnya untuk rambut tipis dan halus maksimal keramas dua kali dalam
satu minggu. Sedangkan rambut tebal dan keriting, cukup satu minggu sekali.
Tujuannya agar kulit kepala dapat menghasilkan minyak alami yang
berguna untuk mempertahankan kelembaban kulit.
3. Masih menggunakan sampo yang sama dari dulu sampai sekarang
![]() |
| Credit: Nathan Slemers |
Seiring bertambahnya usia, keadaan rambut juga berubah. Menggunakan
sampo yang sama selamanya bukanlah sebuah pilihan yang bijak.
“Kekuatan, elastisitas, dan kepadatan rambut makin berkurang
setelah seseorang menginjak usia lima puluh tahun atau lebih,” kata Hayden.
Ahli kulit kepala tersebut menyarankan penggunaan sampo bebas
sulfat untuk menghindari rambut dari kerapuhan. Ia juga menyarankan penggunaan
kondisioner protein sebulan sekali jika rambutmu nampak rusak termakan usia.
4. Terlalu lama mandi
shower
![]() |
| Credit: Pixabay |
Mandi dengan shower memang bikin siapa saja terlena. Bikin
siapa saja betah berlama-lama. Jika kamu suka mandi dengan shower dalam waktu
yang lama, mulailah menguranginya. Lalu berapa waktu idealnya?
Dermotologi Dr. Patricia Farris menyarankan mandi dengan
shower yang ideal cukup lima sampai sepuluh menit saja. Alasannya, karena mandi
shower terlalu lama dapat mengurangi kelembaban kulit. Kamu tidak berharap kan
punya kulit kering gara-gara kelamaan mandi dengan shower?
5. Menunda menggunakan pelembab
![]() |
| Credit: Kevin Simmons |
Menggunakan pelembab setelah mandi adalah salah satu cara
merawat kulit tubuh yang direkomendasikan para dermatologis. Namun berapa waktu
ideal menggunakan pelembab setelah mandi? Sepuluh menit atau lebih dari itu? Ternyata
tiga menit adalah waktu yang paling tepat.
“Tiga menit setelah mengeringkan tubuh dengan handuk adalah
waktu yang paling tepat untuk mengaplikasikan pelembab,” ungkap Dr. Cynthia
Bailey, M.D, dermatologis asal California. “Lebih dari itu, kelembaban kulit
akan menguap.”
Hal senada juga diungkapkan oleh Dr. Sejal Shah. Ia
menyarankan untuk segera menggunakan pelembab setelah mengeringkan tubuh dengan
handuk.
6. Mandi dengan air panas
![]() |
| Credit: Jesi |
Kamu pasti berpikir jika mandi dengan air panas dapat
merilekskan otot tubuh. Sayangnya pemikiran ini harus segera kamu ubah.
Pasalnya mandi air panas berdampak buruk bagi kulit menurut dermatologis.
Ada dua alasan kenapa kamu harus berhenti menurut Dr.
Bailey. Pertama karena air panas dapat menghilangkan kelembaban alami kulit.
Kedua membuat sirkulasi darah menuju kulit yang bisa mengakibatkan munculnya
ruam dan rasa gatal.
7. Menyabuni seluruh
tubuh
![]() |
| Credit: Snug LePup |
Kamu pasti tidak menyangka jika menyabuni seluruh tubuh
merupakan kebiasaan mandi yang salah. Namun begitulah yang dikatakan oleh Dr.
Cynthia Bailey, M.D. Menurutnya tidak semua bagian tubuh perlu disabuni.
“Cukup bagian tubuh yang menghasilkan banyak minyak, seperti
wajah, ketiak, pantat, paha, dan kaki,” katanya.
Sedangkan bagian lengan dan tangan tidak perlu. Sebabnya
karena fungsi sabun yang berguna untuk melarutkan minyak dan kotoran yang
melekat di kulit. Sehingga bagian tubuh yang menghasilkan sedikit minyak tidak
perlu disabuni.
8. Menggunakan kondisioner di rambut saja
![]() |
| Credit: Jordan Fischer |
Bukankah memakai kondisioner di rambut kepala itu buruk? Ya,
banyak wanita yang mempercayai penggunaan kondisioner di rambut kepala bisa
menyumbat pori-pori kulit.
Namun menurut Dr. Fracesca Fuco, dermatologis yang biasa
menangani perawatan rambut dan kulit kepala para selebritis, kulit kepala juga
membutuhkan kondisioner, sama seperti kulit wajah.
Hanya pastikan kondisioner rambut yang kamu gunakan adalah
non comedogenic. Sehingga aman digunakan hingga ke akar rambut dan kulit
kepala.
9. Membeli produk alami
![]() |
| Credit: Health Gauge |
Apa tujuan kamu membeli produk alami? Jika kamu peduli terhadap lingkungan, maka sabun natural adalah pilihan yang tepat. Tapi jika tujuan kamu adalah kecantikan, nanti dulu.
“Produk yang menyandang istilah alami sebenarnya tidak
berpengaruh banyak,” kata Dr. Farris. “Produk terbaik sebenarnya dihasilkan
perusahaan besar, karena mereka telah melakukan penelitian panjang.”
Meski begitu, ahli dermatologi ini mengingatkan agar
berhati-hati memilih sabun. Hindari sabun dengan warna dan wangi buatan, serta
bahan berbahaya lainnya. Karena dapat berdampak bagi kesehatan kulit kamu.
10. Menggunakan sabun anti bakteri
![]() |
| Credit: Lora |
Menggunakan sabun anti bakteri itu kebiasaan yang buruk? Ya,
benar sekali. Sabun jenis ini memang kurang baik bagi kecantikan kulit. Karena
penggunaannya dapat menghilangkan kelembaban alami kulit.
Menurut Dr. Rhonda Klein, M.D, dermatologis di Milford dan
asisten profesor klinis di Yale Univeristy, penggunaan sabun anti bakteri mampu
menyebabkan kulit menjadi kering, dan menimbulkan flek.
.
Sabun seperti apa yang sekiranya bagus untuk kulit? Soal
ini, Dr. Klein memberikan sedikit tips yaitu belilah sabun yang bebas dari
paraben, wewangian dan warna sintesis, triklosan, natrium lauril sulfat, dan
formadehida.
****
Itulah sepuluh kebiasaan mandi yang harus segera kamu ubah
menurut ahli dermatologi. Apakah kamu memili salah satu kebiasaan di atas?
Suka dengan artikel di atas? Baca juga artikel menarik seputar kesehatan atau artikel lain dari raSains.
Sumber gambar: Pixabay
Suka dengan artikel di atas? Baca juga artikel menarik seputar kesehatan atau artikel lain dari raSains.
Sumber gambar: Pixabay











1 komentar:
Write komentarIlmu yang sangat bermanfaat, terima kasih mas
ReplyEmoticonEmoticon