raSains.com - Sudah belajar lama-lama, tapi tidak mau masuk ke otak? Beberapa
jam kemudian malah lupa apa yang baru dipelajari? Masalah semacam ini kerap
mendera banyak orang. Penyebabnya bukan terletak pada minimnya kemampuan kamu,
melainkan cara belajarmu.
Ubah caramu belajar, maka hasil yang kamu dapatkan juga
turut berubah. Yang jadi masalahnya adalah apa saja yang perlu kamu ubah dan
perhatikan? Berikut ini sebelas cara belajar efektif, efisien, dan ampuh yang
terbukti secara ilmiah.
1. Hindari multitasking saat belajar hal baru
![]() |
| Credit: Ryan Ritchle |
Kamu mungkin mengira jika multitasking adalah cara belajar yang efektif? Kenyataannya
tidaklah demikian. Itu hanyalah mitos saja. Alasannya karena kamu tidak
memiliki perhatian yang cukup ketika belajar dua hal sekaligus dalam satu
waktu.
Berdasarkan penelitian Carnegie
Mellon University, ketika konsentrasi kamu terganggu, dibutuhkan minimal 25
menit agar perhatian kamu kembali. Ini artinya belajar dengan multitasking hanya membuang-buang waktu
kamu saja.
Selain itu, multitasking
juga memiliki sejumlah efek buruk. Dikutip dari Oxford Learning, efek buruk multitasking
bagi siswa di antaranya yaitu menguras otak karena terlalu banyak tugas
yang dikerjakan, pemahaman lebih lemah terhadap informasi yang sedang
dipelajari, hingga buruknya retensi terhadap materi.
2. Tulis apa yang baru kamu pelajari
![]() |
| Sumber gambar: Pexels |
Mencatat pelajaran adalah hal yang membosankan. Itulah
kenapa banyak yang enggan melakukannya. Padahal aktivitas ini mampu
meningkatkan kemampuan otak kamu dalam menghafal materi baru. Syaratnya kamu
mencatat materi tersebut di buku, bukan di laptop maupun smartphone.
Berdasarkan penelitian yang diadakan Princeton University bersama UCLA
ditemukan bahwa siswa yang mencatat menggunakan pena dan kertas belajar lebih
banyak dibanding teman-temannya yang menggunakan laptop.
"Dalam tiga penelitian, kami menemukan bahwa siswa yang
mencatat di laptop lebih buruk pada pertanyaan konseptual dibanding siswa yang
mencatat di buku," ungkap Pam Mueller, profesor psikologi Princeton
University.
Menurut periset, interaksi fisil menulis di buku menciptakan
relasi kognitif yang lebih kuat dengan materi yang sedang dipelajari. Ikatan
ini membuat proses menghafal kian cepat dan mampu terpatri di otak dalam waktu
yang jauh lebih lama.
3. Kaitkan pelajaran kamu dengan hal yang menarik
![]() |
| Credit: Clement127 |
Baru belajar tidak lama kemudian langsung lupa? Apakah kamu
sering mengalami hal ini? Tahukah kamu penyebabnya bukan terletak pada
kemampuan otakmu, melainkan bagaimana cara kamu mengingatnya.
"Apa yang harus kamu pahami adalah bahwa kemampuan
mengingat yang standar bisa jadi sangat kuat jika digunakan dengan benar,"
kata Ed Cooke, finalis kompetisi U.S.A.
Memory Championship, seperti dikutip dari New York Times.
Cooke menyarankan untuk selalu mengaitkan apa yang ingin
kamu ingat dengan sesuatu yang aneh atau menarik. Bisa orang, benda, kejadian
lucu, atau apapun. Metode ini pernah diterapkan oleh Joshua Foer, penulis dan
mantan juara U.S.A. Memory Championship, untuk
menghafal setumpuk kartu dalam waktu kurang dari dua menit.
Cara ini juga cocok diterapkan untuk menghafal tabel unsur
kimia, teori fisika, bahkan nama seseorang. Kaitan saja dengan hal aneh yang
ada di sekitar kamu. Cobalah terapkan tips ini dan lihat bagaimana hasilnya.
4. Optimis itu penting
![]() |
| Sumber gambar: Pexels |
Banyak orang yang melupakan hal sederhana ini. Padahal rasa optimis
itu penting dalam proses belajar. Pengaruhnya besar. Sayangnya orang-orang
lebih suka menanamkan penguatan negatif kepada orang yang sedang belajar.
Misalnya saja jika kamu gagal belajar matematika, kamu tidak
bisa naik kelas. Penguatan negatif semacam ini hanya membawa dampak buruk bagi
mental. Kamu akan dipenuhi keraguan dan kecemasan yang mana adalah ‘racun’
dalam proses belajar.
"Kegelisahan menghalangi Anda untuk mengeksplorasi
solusi dan pola pikir nyata yang akan menghasilkan solusi," kata profesor
Harvard Business School Alison Wood Brooks.
Sejumlah penelitian psikologi positif juga menunjukan bahwa
kita akan lebih sukses dalam segala bidang, ketika kita memandangnya dengan
pikiran terbuka dan sebagai sebuah proses pengembangan diri.
5. Belajar dalam waktu yang singkat
![]() |
| Sumber gambar: Pexels |
Kamu malas belajar lama-lama? Itu adalah kabar bagus.
Pasalnya menurut para ahli dari Louisiana
State University’s Center for Academic Success, durasi belajar ideal hanya
berkisar antara 30 menit sampai 50 menit. Lebih dari itu tingkat penangkapan
informasi kamu bakal menurun.
“Apapun yang kurang dari 30 menit tidak cukup, lebih dari 50
menit terlalu banyak informasi yang bisa dicerna otak dalam satu waktu,” tulis Ellen
Dunn.
Setelah satu sesi belajar usai, ada baiknya kamu luangkan
waktu lima sampai sepuluh menit untuk beristirahat. Ulangi secara rutin untuk
mendapatkan hasil yang maksimal. Pasalnya menurut pengakuan Neil Starr, seorang
pengajar di Western Governors University,
sesi belajar yang singkat namun konsisten jauh lebih efektif.
Agar lebih maksimal, Starr menyarankan agar kamu membuat
catatan kecil. Tujuannya agar kamu bisa belajar di sela-sela waktu luang. “Kamu
tidak pernah tahu kapan kamu bisa memanfaatkannya (catatan tersebut),” katanya.
6. Tidur sebentar di antara dua sesi belajar
![]() |
| Credit: Tricks Ware |
Tahukah kamu jika tidur sejenak ternyata mampu mempermudah
mengingat kembali pelajaran? Mau percaya atau tidak, tapi itulah yang
dilaporkan para ilmuwan dalam jurnal Psychological
Science.
Jurnal tersebut memuat laporan penelitian manfaat tidur di
antara dua sesi belajar. Penelitian ini melibatkan empat puluh orang Prancis
yang dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu ‘bangun’ dan ‘tidur’. Keduanya diajarkan
enam belas kata Swahli dalam dua sesi belajar.
Kelompok ‘bangun’ diberikan sesi belajar pada pagi dan malam
di hari yang sama, sedangkan kelompok satunya belajar pada malam dan dilanjutkan
pagi di hari berikutnya. Hasilnya kelompok ‘tidur’ berhasil mengingat rata-rata
sepuluh kata, sementara kelompok ‘bangun’ hanya mampu 7,5 kata saja.
Menurut Stephanie Mazza, psikolog dari University of Lyon yang terlibat dalam penelitian ini, tidur di
antar dua sesi belajar dapat membawa keuntungan dua kali lipat, yakni meringkas
waktu untuk mempelajari kembali materi dan memastikan retensi jangka panjang
yang lebih baik.
"Penelitian sebelumnya menyarankan tidur setelah
belajar adalah strategi yang baik, tapi penelitian kami menunjukan bahwa tidur
di antara dua sesi belajar adalah strategi yang ampuh,” kata Mazza, seperti
dikutip dari Eurekalert.
7. Ajari orang lain atau pura-pura mengajari
![]() |
| Sumber gambar: Pexels |
Mengajari orang lain, bahkan hanya sekedar berpura-pura,
ternyata dapat mendorong pemahaman kamu lebih baik. Fakta ini terungkap dari studi
mengenai potensi mengajar terhadap kesuksesan pembelajaran yang dilakukan oleh Washington University di St. Louis
beberapa waktu yang lalu.
Para ahli melakukan dua percobaan. Pada percobaan pertama peserta
diminta untuk mempelajari sejumlah materi untuk menghadapi ujian, sedangkan
pada percobaan kedua peserta diminta mempersiapkan materi ujian yang akan
diajarkan kepada siswa lainnya.
Hasilnya peserta yang mempersiapkan diri untuk mengajar berhasil
menjawab pertanyaan dengan benar dan terorganisir lebih baik dibanding mereka
yang belajar untuk mengikuti tes. Hal ini dikarenakan siswa yang akan mengajar menghafalkan
poin-poin penting dalam materi dan menyusunnya kembali ke dalam struktur yang
tepat.
"Ketika para guru mempersiapkan diri untuk mengajar,
mereka cenderung mencari poin kunci dan mengatur informasi menjadi lebih
terstruktur," tulis John Nestojko, salah satu peneliti.
8. Gunakan berbagai macam media pembelajaran
![]() |
| Sumber gambar: Pexels |
Ketika kita membicarakan media pembelajaran, pikiran kita
akan melayang ke buku. Padahal seiring berkembangnya teknologi, media
pembelajaran juga turut berkembang. Misalnya saja video Youtube, podcast, permainan, hingga aplikasi smartphone.
Banyaknya saluran pembelajaran adalah kabar baik. Pasalnya makin
sering kamu diterpa informasi, makin mudah kamu mengingatnya. Hal ini terungkap
dari penelitian yang dilakukan neurolog Judy Willis, MD, M.Ed, pada tahun 2008.
Penelitian tersebut berhasil menunjukan jika berbagai macam
saluran pembelajaran dapat menstimulasi bagian otak yang berbeda. Di mana makin
banyak area otak yang aktif, maka makin mudah pula kamu menangkap informasi
baru.
9. Variasikan latihan kamu
![]() |
| Credit: Thorougly Reviewed |
Practice makes
perfect. Itulah kunci mempelajari skill
baru. Entah itu belajar gitar, piano, ataupun basket. Semakin sering kamu
berlatih, maka kamu akan semakin mahir. Fakta ini memang tidak perlu diragukan
lagi.
Kabar baiknya kamu bisa meningkatkan hasil latihan kamu
hingga dua kali lipat dengan cara memvariasikannya. “Kamu akan belajar lebih
banyak dan cepat daripada melakukan hal yang sama berulang kali,” kata pemimpin
peneliti Pablo Celnik dari Johns Hopkins
University, seperti dikutip dari iflscience.
Hal ini terjadi karena adanya proses yang disebut
rekonsolidasi. Rekonsolidasi ialah proses di mana ingatan yang ada diingat
kembali serta dimodifikasi dengan pengetahuan baru. Agar proses ini berhasil,
latihan yang dimodifikasi janganlah terlalu berbeda dengan aslinya.
"Jika kamu membuat tugas yang terlalu berbeda, orang
tidak akan mendapatkan keuntungan yang kami amati selama rekonsolidasi.
Modifikasi antar sesi perlu dilakukan secara halus," ujar Celnik.
Misalnya jika kamu tengah belajar piano, maka kamu bisa
mencoba memainkan musik dengan tempo yang lebih cepat, kemudian kembali lagi ke
musik bertempo lambat. Lakukan ini secara bergantian untuk meningkatkan
kemampuan kamu.
10. Baca buku dengan lebih cepat
![]() |
| Sumber gambar: Pexels |
Makin cepat kamu membaca, maka semakin banyak buku yang kamu
lahap. Pengetahuan kamu pun bakal meningkat lebih cepat. Logika yang sederhana
kan?
Dikutip dari Medical Daily, rata-rata orang hanya bisa membaca 200 kata hingga 400 kata per
menit. Waktu ini dihitung berdasarkan lamanya membaca kata, mengolahnya, dan
membayangkannya. Dengan kecepatan ini, orang hanya bisa menyelesaikan membaca
satu sampai dua buku setiap bulannya.
Seandainya kamu bisa meningkatkan kecepatannya hingga 500
bahkan 1000 kata per menit, berapa banyak buku yang bisa kamu lahap
perbulannya? Pertanyaannya adalah apa hal itu mungkin?
Jawabannya ya. Asalkan kamu bisa memanfaatkan optimal recognition point (ORP) atau
‘titik fiksasi’. ORP adalah titik tertentu menuju pusat kata. Biasanya terletak
di sebelah kiri tengah dari sebuah kata. Ketika kamu membaca, kamu hanya
melompat dari satu ORP ke ORP lainnya dan melewatkan kata-kata yang singkat.
Membaca dengan ORP sulit dilakukan menggunakan media
konvensional, seperti buku atau majalah. Untungnya di internet terdapat
berbagai macam situs dan aplikasi yang mendukung cara baca ORP, salah satunya
yaitu Spreeder.
11. Gunakan yang kamu tahu untuk belajar yang tidak kamu tahu
![]() |
| Sumber gambar: Pexels |
Memahami pelajaran baru bukan perkara mudah. Apalagi jika
pelajaan tersebut jarang dijumpai di kehidupan sehari-hari. Maka proses
memahami bakal kian rumit.
Untuk mengatasi masalah ini, kamu bisa mencoba menerapkan
pendekatan belajar asosiatif. Secara singkat, pendekatan ini mencoba mengaitkan
pelajaran baru dengan pengalaman kamu. Sehingga otak kamu lebih mudah
mencernanya.
Misalnya saja seorang siswa yang menyukai sepak bola yang
sedang mempelajari kalkulus. Jika dia bisa melihat kesamaan antara umpan spiral
dan kemiringan kurva, maka kesempatan memahami konsep kalkulus kian mudah.
Itulah sejumlah cara yang bisa kamu terapkan agar proses belajar kian efektif dan efisien. Tentu saja semuanya sudah diuji coba oleh para ilmuwan sehingga menjamin keberhasilan belajar kamu. Cobalah luangkan waktu untuk mencoba tips di atas dan lihat bagaimana hasilnya.
****
Itulah sejumlah cara yang bisa kamu terapkan agar proses belajar kian efektif dan efisien. Tentu saja semuanya sudah diuji coba oleh para ilmuwan sehingga menjamin keberhasilan belajar kamu. Cobalah luangkan waktu untuk mencoba tips di atas dan lihat bagaimana hasilnya.
Suka dengan artikel di atas? Baca juga artikel menarik seputar sains atau artikel lain dari raSains.
Sumber foto sampul: Ben Raynal












EmoticonEmoticon